Thursday, July 14, 2011

ARTIKELKUCING LUCU BEBAS PENYAKIT

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan manusia yang lucu dan menggemaskan. Tingkah polanya yang lincah serta lucu, membuat siapapun yang melihatnya tertawa. Hewan yang akrab dengan manusia ini tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan tuannya. Apalagi jika pemeliharaan kucing dilakukan sejak bayi, kucing akan menuruti, bahkan mengikuti kemana tuannya pergi.Kucing termasuk hewan yang suka sekali bermain. Benda apapun yang dilihatnya bergerak, akan dikejar dan dijadikan mainan. Entah itu rumput yang tertiup angin, atau hanya sapu yang digerakkan manusia. Kelincahan dan keagresifan kucing inilah yang menjadi daya tarik pecinta kucing untuk selalu memanjakannya.Setiap kucing yang dipelihara, pasti mempunyai nama yang unik-unik. Nabi Muhammad juga memberi kucingnya nama Mueeza, nama yang cantik untuk kucing. Tak jarang ditemukan kucing yang mempunyai nama seperti manusia, seperti artis terkenal, nama yang sesuai warna rambutnya.
Seperti : Angelo, Kitty, Upin, Ipin, Temon, Putih, Kuning, Belang, Yellow. Tak hanya manusia yang memiliki nama julukan, kucing juga punya, seperti : Bodong, karena pusarnya mencuat, Sipit, karena matanya sipit, Telon, karena warnanya belang tiga, bahkan Gendut, karena kucing tersebut bertubuh gemuk.Sejak ditemukannya situs mumi kucing di Mesir pada tahun 1800-an hingga sekarang, telah tersebar berbagai ras kucing murni dan ras kucing hasil kawin silang. Ras kucing yang paling terkenal adalah ras Maine Coon yang merupakan keturunan Anggora dan American Shorthair. Selain rambutnya yang tipis, lembut dan warna yang beragam, ras kucing ini juga mudah akrab dengan manusia. Selain ras Maine Coon, juga terdapat ras lain, seperti Anggora, Persia, Manx, British Shorthair, Burmese, dan ras lainnya. Kucing yang tidak termasuk dalam kelas ras ternama, biasanya hanya disebut dengan kucing liar.Bagi sebagian manusia yang tidak menyukai kucing, mengasumsikan kucing sebagai hewan pembawa virus toksoplasma yang berbahaya. Virus yang dapat menjadikan seorang wanita penyayang kucing mandul, juga dapat menularkan kepada janin wanita yang terjangkit virus tokso. Alhasil, ketika bayi yang sejak dalam rahim ibunya sudah terjangkit virus tokso, akan lahir dengan berbagai kemugkinan kecacatan. Akan tetapi, banyak kaum wanita penyayang kucing yang subur melahirkan anak tanpa tercemari virus tokso, itu dikarenakan manusia memiliki kekebalan yang noral dan perawatan kucing yang baik.Virus tokso susah menular pada manusia yang memiliki kekebalan normal. Sekalipun terjangkit, virus ini masih tergolong ringan dibandingkan jika menulari manusia dengan kekebalan tubuh yang tidak normal bahkan kurang, dan virus tokso akan lebih cepat menyebar ke kelenjar getah bening. Oleh karena itu, ada baiknya pemelihara kucing melakukan tes darah untuk mengetahui penyebaran virus tersebut sampai pada tubuh kita atau tidak.Sebenarnya, tidak semua kucing mempunyai virus toksoplasma yang berbahaya jika dirawat dengan baik dan benar. Perawatan yang baik antara lain dengan cara meletakkan kotoran pada bak pasir. Untuk bak pasir kotoran kucing, pilihlah bak plastik yang tingginya sekitar sepuluh senti, agar cipratan pasir yang digali kucing tidak tercecer kemana-mana. Usahakan bak plastik berukuran sedang, jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. Sediakan juga tempat khusus agar kucing bisa menakar-cakarkan kukunya. Jika tidak, kucing akan mencakarkan kuku mereka ke perabotan rumah, seperti : sofa, karpet, keset, kasur, bahkan ban motor.Jika membersihkan kotoran, hindari kontak langsung dengan kulit. Lapisilah tangan dengan sarung plastik, jangan gunakan sarung tangan kain, karena kuman dapat menembus kain. Jika menggunakan sarung plastik, dapat langsung dibuang. Buanglah kotoran pada tempat plastik yang diikat rapat, barulah dibuang ke tempat sampah. Berilah makan kucing makanan yang sudah dimasak terlebih dulu dan hindari memberi makanan mentah, agar kucing terbiasa tidak memakan makanan mentah, seperti daging atau ikan mentah. Karena jika terbiasa diberikan daging atau ikan mentah, kucing akan memburu binatang untuk dijadikan makanannya, seperti tikus atau burung.Kucing memang hewan yang sering lapar, namun, bukanlah hewan yang makan sekali langsung habis. Kucing bisa menghabiskan makanannya sampai tiga kali waktu tergantung ukuran perutnya. Oleh karena itu, berilah makanan basah yang sekiranya langsung habis pada sekali waktu ketika jam makan pokok, pagi, siang, dan malam. Sedangkan untuk makanan jam biasa, berilah makanan kering khusus kucing sebagai camilan.Mengingat kucing adalah hewan yang takut air, mandikan kucing seminggu sekali dengan air hangat dan shampo. Usahakan jangan menyiramya secara langsung, karena kucing akan kaget dan meronta-ronta. Gunakan sarung tangan kain untuk mengusap badan kucing. Jika kucing terlihat sakit, dengan ciri tidak bernafsu makan dan tidak lincah, bawalah ke dokter hewan. Untuk menghindari tercemarnya kucing oleh virus toksoplasma, berikan vaksin tokso.Dengan perawatan kucing yang baik dan bersih, maka kucing dan tuannya juga akan sama-sama sehat dan terhindar dari virus toksoplama yang berbahaya. Sehingga asumsi kucing sebagai hewan pembawa penyakit akan hilang. Dan semua kucing dapat menjadi teman bermain di rumah yang baik, lucu, dan menggemaskan, juga tentunya sehat. 

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)