Thursday, July 14, 2011

Bahasa Kias

Bahasa kias (majas) atau figurative language bahasa yang sengaja disimpangkan dari arti kata semula. Dalam teori sastra, struktur puisi dibagi menjadi dua: struktur fisik dan struktur batin. Bahasa kias adalah  salah satu unsur dari struktur fisik puisi, selain tipografi (perwajahan puisi), kata konkret, versifikasi (rima, irama), imaji dan diksi.

Tujuan bahasa kias1. mendeskripsikan sesuatu menjadi konkret,2. memberi sensasi dan imajinasi,3. menghasilkan tambahan makna,4. memadatkan makna.Macam-macam Bahasa Kias atau Majas1. SimileBahasa kias yang membandingkan dua hal atau lebih yang hakikatnya berbeda, tetapi dianggap sama. Biasanya menggunakan kata : bagai, sebagai, bak, semisal, seperti, ibarat, seumpama, laksana dan sebagainya.  Contoh :Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga (Sapardi Djoko Damono, ”Yang Fana adalah Waktu”)Dalam baris di atas, waktu (detik demi detik) disamakan dengan rangkaian bunga.

2. MetaforaAdalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama. Contoh : Perpustakaan adalah gudang ilmu.Dalam diriku mengalir sungai panjangDarah namanyaDalam diriku menggenang telaga darah(Sapardi Djoko Damono, ”Dalam Diriku”)

aliran darah dalam diri kita disamakan dengan sungai panjang.
3. PersonifikasiAdalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup. Contoh: Rambut panjangnya melambai-lambai tertiup anginaKutampar laut yang hendak merampas tanganmuTak mungkin ku lepas keindahan yang begitu lama kutungguMeski hujan meski badai, aku tetap mengikut kabut(Kusprinyanto, ”Metonimia”)
Kutampar laut yang hendak merampas tanganmu , adalah sifat dan kebiasaan manusia dalam melakukan perlawanan atau membela diri karena ada sesuatu yang hilang diambil oleh laut. Hal tersebut memberikan gambaran bagi pembaca dan memberikan kesan hidup karena puisi tersebut sudah diberi ruh.
4. MetonimiaAdalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.Contoh :Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolahAku tengah menantimu, mengejang bunga randu alas     Di pucuk kemarau yang mulai gundul itu    Berapa juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu (Sapardi Djoko Damono, ”Aku tengah menantimu”)
      Kata Juni diatas dipakai penyair sebagai mengganti musim kemarau.
5. Sinekdoke- Pars Pro Toto Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian untuk keseluruhan. Contoh : Per kepala mendapat satu liter beras.Siang dan senja tak kusongsongTapi gorden enggan kututupAku akan menunggumu hingga dapat kuraba rambutmu ( Nenden Lilis A.,”Catatan September”)
Rambut yang dimaksudkan puisi di atas mewakili orang. (Pars prototo) - Totem Pro Parte Adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.Contoh :        Indonesia memboyong piala World Cup 2010 di Africa Selatan.              Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga            (Sapardi Djoko Damono, ”Yang Fana adalah Waktu”)
Frase ’memungut detik demi detik’ bermakna keseluruhan waktu, tetapi yang dimaksudkan puisi di atas sebenarnya hanya ’sebagian waktu’, atau ’waktu tertentu’.
6. 2222222222GBFGRTAlegori                               Majas perbandingan yang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan symbol bermuatan moral.Contoh :Teratai
Kepada Ki hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi laksmi mengarang
Biarpun Ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia

........................................................(Sanusi Pane)
Dalam puisi teratai, penyair menyimbulkan Ki Hajar Dewantara dengan kuntum bunga teratai dngan maksud untuk menautkan ciri-ciri bunga teratai dengan gagasan, pikiran, dan cita-cita tokoh pendidikan tersebut.
7. AlusioMajas yang menunjuk secara tidak langsung pada satu tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama. Contoh :Hari 10 November, hujan pun mulai turunOrang-orang ingin kembali memandangnya(Dari Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar)8. InversiMajas yang dinyatakan oleh pengubahan susunan kalimat. Contoh :Kuraba mitlaliur Jepang dari baja hitam(Dari Buku Tamu Musium Perjuangan karya Taufik Ismail
9. ElipsisMajas yang didalamnya terdapat penghilangan kata. Contoh :Biarkan layang-layangnya terbang ke angkasaDan...hilang di balik awan(Dari Pergi karya Dinny Widya Agustiny)10. IroniAdalah majas yang bertentang dengan maksud menyindir. Contoh:Malam lebaranBulan di atas kuburan(J.E Tatengkeng)
11. RepetisiMajas perulangan sebagai penegasan.Contoh :Dalam kesunyian malam waktuTidak berpawang tidak berkawan(Dari Dibawa Gelombang karya Sanusi Pane)12. ParalelismeMajas perulangan yang biasanya terdapat dalam puisi. Contoh :Sunyi itu duka
Sunyi itu kudus
Sunyi itu lupa
Sunyi itu lampus
(Karya: Amir Hamzah)13. AntitesisMajas yang menggunakan pasangan kata berlawanan arti. Contoh :Barat dan timur adalah gurukuMuslim, Hindu, Kristen, Budha.Pengikut Zen dan TaoSemua adlah guruku(Dari Barat dan Timur karya Abdul Hadi W.M)
14. HiperbolaHiperbola adalah bahasa kias yang dipakai untuk melebih-lebihkan atau mendramatisasikan suatu keadaan.Contoh :        sorot matamu
walau tampak berkabut
terasa api mencairkan alir darahku
yang nyaris beku di kulkas kesepian

....
("Prosa Hitam"; ibid)
15. LitotesMajas yang mengungkapkan sesuatu yang berlawanan dari keyataan dengan mengecilkan atau merendahkan diri. Contoh :Kami cuma tulang-tulang berserakanTapi adalah kepunyaanmuKaulah lagi yang ditentukan nilai tulang-tulang berserakan(Dari Karawang Bekasi karya Chairil Anwar)

16. AliterasiAliterasi ialah perulangan pada suatu kata atau beberapa kata.Contoh:         Dengarlah dendang durjana Lelaki tua putra Madura:(Dari Lagu Nelayan Selat Madura karya Djuwastin Hasugian)
17. KiasmusKiasmus ialah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu kalimat. Contoh:karena malam bukan siangnya gelombang dan siang bukan malamnya jalang(Dari Orang Perahu karya Sutan Iwan Soekri Mukri)
18. ParadoksMajas pertentangan antara pernyataan dengan fakta. Contoh :Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbangun, tetapi bukan tidursayang
(Dari Pahlawan Tak dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar)

19. SarkasmeSarkasme adalah majas sindiran paling kasar.Contoh :        Mau muntah aku melihat wajahmu yang sok suci itu!                     Dasar bego! Ngerjain soal beginian saja salah!20. PleonasmeMajas yang menggunakan kata secara berlebihan untuk menegaskan arti suatu kata.Contoh :        Mereka mendongak ke atas melihat awan yang saling berarak-arakan.                     Nina turun ke bawah lantai satu saat makan malam dimulai
21. SinismeMajas yang menyindir secara langsung.Contoh : Sikapmu tadi sangat tidak sopan, tidak layak untuk kau lakukan sebagai seorang mahasiswa.22. Oksimoron Adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.Contoh : Keramah-tamahan yang bengis
23. AsonansiAsonansi ialah sejenis gaya bahasa refetisi yang berjudul perulangan vokal, pada suatu kata atau beberapa kata. Biasanya dipergunakan dalam puisi untuk mendapatkan efek penekanan.Contoh: Segala ada menekan dada                    Mati api di dalam hati                    Harum sekuntum bunga rahasia                    Dengan hitam kelam24. AntanaklasisAntanaklasis ialah sejenis gaya bahasa yang mengandung perulangan kata dengan makna berbeda.Contoh: Karena buah penanya itu menjadi buah bibir orang.
25. EpizeukisEpizeukis ialah gaya bahasa perulangan yang bersifat langsung. Maksudnya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.Contoh: Ingat kami harus bertobat, bertobat, sekali lagi bertobat.
26. TautotesTautotes ialah gaya bahasa perulangan yang berupa pengulangan sebuah kata berkali-kali dalam sebuah konstruksi.Contoh: Aku adalah kau, kau adalah aku, kau dan aku sama saja.
27. AnaforaAnafora ialah gaya bahasa repetisi yang merupakan perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat.Contoh:          Kucari kau dalam toko-toko. Kucari kau karena cemas karena sayang.Kucari kau karena sayang karena bimbang. Kucari kau karena kaya mesti diganyang.
28. Epistrofa (efifora)Epistrofa ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pada akhir baris atau kalimat berurutan.Contoh: Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau tidur.Aku mencercah daging ketika kau tidur.
29. SimplokeSimploke ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan awal dan akhir beberapa baris (kalimat secara berturut-turut).Contoh:          Ada selusin gelas ditumpuk ke atas. Tak pecah.Ada selusin piring ditumpuk ke atas. Tak pecah.Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas. Tak pecah.
30. MesodiplosisMesodiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa pengulangan kata atau frase di tengah-tengah baris atau kalimat secara berturut-turut.Contoh:          Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa.                                                Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat.31. EpanalepsisEpanalepsis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada akhir baris, klausa, atau kalimat.Contoh: Saya akan berusaha meraih cita-cita saya.
32. AnadiplosisAnadiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau klausa menjadi kata atau frase pertama pada klausa atau kalimat berikutnya.Contoh:          Dalam raga ada darah Dalam darah ada tenagaDalam tenaga ada daya Dalam daya ada segalanya
33. AsosiasiAdalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tapi sengaja dianggap sama. Biasanya ditandai dengan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti.Contoh :        Semangatnya keras bagaikan baja.                     Wajahnya anggun bagaikan bulan purnama.
34. Eponim Adalah gaya dimana nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu.Contoh : Dinda adalah Paris Hiltonnya Indonesia. (Paris Hilton melambangkan kecantikan)
35. Epitet Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal. Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan yang berkokok.
36. Antonomasia Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.Contoh : Yang Mulia dan permaisurinya tidak suka dengan makanan ini.
37. TautologiMajas penegasan dnegan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat. Kadang menggunakan kata bersinonim.Contoh :        Betul, betul, betul itu yang kumaksud.                     Sebagai sesama anggota, kita harus hidup rukun, akur dan bersaudara.
37. KlimaksMajas yang menyatakan hal berturut-turut dan semakin meningkat.Contoh :        Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga lanjut usia, ikut meramaikan acara pagelaran seni.
38. AntiklimaksMajas yang menyatakan hal berturut-turut dan semakin menurun.Contoh :        Dari kota hingga pelosok desa, ikut berpartisipasi merayakan hari kemerdekaan Nasional.
39. RetorisRetorik merupakan majas pertanyaan yang tak memerlukan jawaban.Contoh :        - Kata siapa cita-cita hanya bisa dicapai dengan sekolah formal?
40. Simbolik Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang. Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.
41. Tropen Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang. Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.
42. Eksklmasio Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.


43. Resentia Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan. Contoh : “Apakah ibu mau….?”
44. Okupasi Adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.
Contoh : Minuman keras dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.
45. Kontradiksio Interminis Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.
Contoh : semuanya telah diundang, kecuali Sinta.
46. Pun atau Paronomasia Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi. Contoh : Tanggal satu gigi saya tinggal satu

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)