Thursday, July 14, 2011

I just Want To Say

Hari ini, kulepas kau dari hatiku. Setelah lima tahun silam kau merajai hatiku, hari ini aku yakin akan mampu melepasmu. Meskipun sulit, walaupun sakit, aku harus berusaha melepasmu.
Dari dulu hingga kemarin, aku masih menyimpan hatiku hanya untukmu. Aku rela menunggu dan melewatkan beberapa lelaki yang memegang bagian kecil kunci hatiku, bagian terbesarnya masih terpegang olehmu sampai kemarin.
Itu kemarin, kala setiap menit, setiap detik, aku selalu memikirkanmu. Kadang aku berpikir –bukannya ge er- mungkin Hijau Daun membuat lagu Setiap Detik untuk mewakili perasaanku padamu. Hihi… Pe-De jreng sekali diriku ini!

Tapi, aku ingin sekali memberitahumu tentang betapa lamanya aku memendam perasaan ini kepadamu, tentang seberapa dalamnya rasaku ini padamu, tentang hatiku yang selalu terbuka lebar untukmu, tentang… argh…!
Satu jam saja, aku ingin kau mendengar perasaanku. Tuh kan, lagu lagi! Kenapa mereka tidak membuat lagu darimu untukku saja, agar aku tahu bagaimana perasaanmu terhadapku tanpa harus bertatap muka denganmu.
Kau pasti tidak tahu bagaimana paniknya aku ketika tahu kau ada dihadapanku, kan? Kalau kau tahu, pasti kau menertawakanku karena keringat yang tak berhenti mengucur dari tanganku. Aah…mungkin itu hanya khayalanku saja kalau kau mau berhadapan denganku.
Buktinya, sampai hari ini, kau tak pernah melirikku, bahkan bertanya tentang perasaanku hari inipun tidak kau lakukan. Untuk ukuran cowok seganteng dirimu, nggak ada kamus dalam kamusmu untuk mendekati cewek duluan. Justru sebaliknya, banyak cewek yang mengerubutimu. Seolah kau sebutir gula yang jatuh dari langit, dan mereka semut-semut merah yang genit dan siap mengigit. Namun kau menanggapi mereka dengan senyuman.
Aku begitu senang hari ini, bukan hanya karena aku juara satu, bukan juga karena aku mendapat hadiah dari ayah. Yang membuatku bahagia hanyalah dapat melihat indah matamu, derai rambutmu, yang menunjukkan itulah keindahan dengan sebentuk usapan, senyumanmu. Tuh kan lagu lagi! Apa aku bilang, semua lagu yang aku suka itu mencerminkan perasaanku padamu.
Pasti Letto selalu mengikuti perkembangan perasaanku padamu di status facebook-ku. Oiya, setiap aku membaca wall facebook-mu, banyak sekali yang komentar. Cewek-cewek cantik, pula!
Namun itu kemarin, itu artinya, mulai hari ini aku akan melepasmu dari hatiku untuk selamanya. Mulai hari ini, aku belajar untuk terbiasa tak melihat wajahmu. Aku berharap suatu hari nanti, entah kapan, aku bisa melupakan parasmu yang elok nan rupawan itu.
Aku tak ingin seperti Rossa yang terus menunggu untuk dicintai olehmu. Aku juga tak mau seperti Nidji yang tak bisa menjauh darimu. Aku hanya ingin seperti Astrid yang lebih memilih pergi dan cari penggantimu.
Lima menit lagi kau akan menghilang dengan motormu, mengikuti parade kemenangan dengan kawan-kawanmu. Aku senang kau tak memikirkan perasaanku padamu. Aku senang kau tak memandangku meskipun sedetik. Dan yang terpenting, aku senang kau tak tahu dan tak akan pernah tahu perasaanku kepadamu.
Karena tepat pada hari kelulusan ini aku akan melepasmu dari hatiku, maka ijinkanlah aku mengucapkan kata terakhir untukmu. Walaupun hanya aku dan Dia saja yang tahu. I just want to say,
“Thanks for you, because you, I ever know how to be fall in love. You are my first love.”

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)