Thursday, July 14, 2011

PENERAPAN ASPEK-ASPEK PENYUNTINGAN TERHADAP NOVEL DESPERADOES CAMPUS KARYA AHMADI SOFYAN

 Bab 1 - Bab 2

Sesuai dengan pengertian penyuntingan, yaitu proses menata, menyiapkan, menyelaraskan naskah agar layak cetak atau terbit, setiap naskah harus melalui proses penyuntingan sebelum dicetak atau diterbitkan.  Penyuntingan yang dilakukan oleh seorang penyunting, berdasarkan aspek-aspek penyuntingan, yang terdiri atas penyuntingan isi, penyuntingan bahasa, penyuntingan penyajian, penyuntingan grafika, penyuntingan wawasan kebangsaan, dan penyutingan gaya selingkung. Setelah proses penyuntingan dilaksanakan, barulah naskah diapat dikatakan layak cetak atau terbit.Pada novel Desperadoes Campus karya Ahmadi Sofyan, proses penyuntingannya belum bisa dikatakan sempurna. Dapat dikatakan demikian karena dalam novel tersebut masih banyak kesalahan pemakaian huruf, dan pemakin ejaan, juga pemakaian tanda baca. Lebih singkatnya, ejaan pada novel tersebut masih banyak kesalahan. 
BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar BelakangPenyuntingan merupakan kegiatan yang penting bagi naskah sebelum diterbitkan. Naskah dalam pengertian ini dapat berupa naskah, buku, atau artikel. Tanpa melalui penyuntingan, naskah tidak dianggap layak cetak atau terbit. Sekalipun naskah tersebut milik penulis ternama, tetap harus melalui prosedur penyutingan, karena tidak ada yang tahu kesalahan penulis dalam naskahnya, jika naskah tersebut belum melalui proses penyuntingan..
Kegiatan penyuntingan dilakukan oleh orang yang ahli di bidang penyuntingan. Seorang penyunting, atau bisa juga disebut editor, harus menguasai ejaan yang baik dan benar sesuai EYD yang terus diperbarui. Selain penguasaan ejaan, penyunting juga haru memiliki tanggungjawab terhadap naskah yang disunting. Penyunting juga menyunting berdasarkan aspek-aspek penyuntingan, yaitu : penyuntingan isi, penyuntingan kebahasaan, penyuntingan penyajian, penyuntingan grafika, penyuntingan wawasan kebangsaan, dan penyuntingan gaya selingkung.Jika penyunting melaksanakan kegiatan penyuntingan dengan baik dan benar berdasarkan apek penyuntingan, dan disertai rasa tanggungjawab terhadap naskah, maka akan terciptalah naskah yang layak cetak atau terbit. Namun pada novel Desperadoes Campus, terlihat penyunting tidak memperhatikan aspek penyuntingan yang berkaitan dengan penyuntingan bahasa, karena terdapat banyak penulisan ejaan yang tidak benar. Kekurangan dan kesalahan penggunaan tanda baca sering terjadi pada novel tersebut. Oleh karena itu, novel tersebut perlu disunting ulang berdasarkan aspek-aspek penyuntingan seperti yang disebutkan diatas.
B. Rumusan MasalahBerdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi masalah dalam novel Desperadoes Campus adalah kesalahan penulisan yang ada dalam penulisan novel. Tidak hanya salah penulisan, namun juga didalam novel tersebut terdapat kesalahan penggunaan kata yang tidak sesuai dengan EYD.
C. TujuanSesuai dengan latar belakang dan masalah diatas, penyuntingan ini bertujuan untuk mmeminimalisir kesalahan penulisan dalam novel Desperadoes Campus, serta menyunting novel tersebut berdasarkan aspek-aspek penyuntingan.
BAB II 
KAJIAN TEORITIS
A.  Konsep Dasar Penyuntingan1.      Pengertian PenyuntinganPenyunting atau editor adalah orang yang membenarkan, meneliti, mengoreksi, menandai kesalahan, dan memperbaiki naskah agar layak terbit. Itulah yang dinamakan kegiatan penyuntingan. Seorang penyunting, haruslah menguasai ejaan yang baik dan benar, serta memiliki ‘beban’ agar menghasilkan naskah yang layak cetak dan layak terbit. Jika seorang penyunting tidak memiliki ‘beban’ terhadap naskah yang disunting, maka tidak ada pula rasa tanggung jawab atas layak tidaknya naskah yang akan di cetak atau di terbitkan.
Naskah dalam hal penyuntingan mencakupi : naskah, buku, dan artikel. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (2008;954), naskah adalah karangan yang masih ditulis tangan. Buku diartikan sebagai lembar kertas yang berjilid. Sedangkan artikel diartikan sebagai karya tulis lengkap.
2.      Aspek-aspek PenyuntinganSelain menguasi ejaan dan memiliki ‘beban’ terhadap naskah, penyunting juga harus memperhatikan aspek-aspek yang disunting. Aspek-aspek tersebut, yaitu :1.    Penyuntingan isiPada proses ini, penyunting meneliti kesesuaian judul dengan isi, materi dengan konsep, dan meneliti kesesuaian keseluruhan isi naskah.2.    Penyuntingan bahasaProses penyuntingan tingkat kebahasaan yang disesuaikan dengan sasaran pembaca dengan memperhatikan bahasa yang komunikatif, dan kesatuan gagasan.3.    Penyutingan penyajianProses penyuntingan ini disesuikan dengan struktur naskah, termasuk cara penyajian materi dan kelengkapan penyajian materi.4.    Penyuntingan wawasan kebangsaanPenyuntingan yang berhubungan dengan wawasan kebangsaan, seperti wawasan pornografi dan pornoaksi, dan wawasan integrasi budaya.5.    Penyuntingan grafikaPenyuntingan yang berhubungan dengan fisik buku, seperti : bahan kertas buku, desain kulit, desain isi, cetak, pengemsan dan jilid.6.    Penyuntingan gaya selingkungPenyuntingan ini disesuaikan dengan gaya selingkung masing-masing penerbit.                             3.      Kode Etik PenyuntinganKode etik penyuntingan adalah rambu-rambu yang perlu diperhatikan penyunting dalam menyunting naskah. Kode etik bertujuan agar penyunting dapat melaksanakan tugasnya dengan lancar, dan dapat meminimalisir terjadinya permasalahan dikemudian hari yang berkaitan dengan penulis naskah.Kode etik tersebut ialah sebagai berikut :1.      Penyunting naskah wajib mencari informasi menhenai penulis naskah agar mengetahui kondisi latar belakang penulis.2.      Ingat bahwa penyunting naskah bukanlah penulis naskah, sehingga bila terdapat kekukarang didalam isi, penyunting naskah tidak berhak menyunting isi.3.      Penyunting wajib menghormati gaya penulis naskah.4.      Penyunting naskah wajib menyimpan informasi yang ada di dalam naskah.5.      Penyunting naskah wajib mengkosultasikan hal-hal yang akan diunting berkaitan dengan naskah.6.      Penyunting tidak boleh menghilangkan naskah yang akan maupun sudah disunting.

B.     Penjabaran Novel Desperadoes CampusNovel karya Ahmadi Sofyan ini adalah kisah nyata yang dilalui temannya. Dalam penjabarannya, Sofyan berani vulgar menyebut pergaulan bebas dengan ‘pergaulan anjing’, menjabarkan kebobrokan Indonesia dan kaum intelek pendidikan. Keberaniannya diakui dan dikritik banyak orang. Sebagaimana terlihat pada komentar yang terdapat sampul belakang. Namun sayang, tak ada yang mengkritik ejaan maupun kesalahan penulisan pada novel tersebut.Seperti yang diuraikan diatas, sebuah naskah akan mengalami proses penyuntingan sebelum diterbitkan. Sama halnya dengan novel karya Ahmadi Sofyan ini. Desperadoes Campus yang telah melalui proses penyuntingan. Namun penyuntingan yang dilakukan oleh penyunting  belumlah sempurna, karena masih terdapat banyak kesalahan dan penggunaan ejaan yang belum sesuai EYD.Didukung dengan tidak dicantumkannya nama editor pada halaman penerbit, membuat pembaca semakin ragu apakah buku ini telah lolos ari penyuntingan atau bahkan belum disunting. Oleh karena itu, pada penyuntingan ini akan dilakukanlah penyuntingan kembali novel tersebut dengan dilengkapi penyuntingan berdasarkan aspek penyuntingan seperti yang sudah dijelaskan.

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)