Thursday, July 14, 2011

PENERAPAN ASPEK PENYUNTINGAN TERHADAP MAJALAH STORY EDISI 22

Sesuai dengan pengertian penyuntingan, yaitu proses menata, menyiapkan, menyelaraskan naskah agar layak cetak atau terbit, setiap naskah harus melalui proses penyuntingan sebelum dicetak atau diterbitkan.  Penyuntingan yang dilakukan oleh seorang penyunting dengan berdasarkan aspek-aspek penyuntingan, yang terdiri atas penyuntingan isi, penyuntingan bahasa, penyuntingan penyajian, penyuntingan grafika, penyuntingan wawasan kebangsaan, dan penyutingan gaya selingkung penerbit. Setelah proses penyuntingan dilaksanakan, barulah naskah dapat dikatakan layak cetak atau terbit. Tujuan penyuntingan itu sendiri adalah meminimalisir kesalahan ejaan.

BAB IPENDAHULUAN
A. Latar BelakangPenyuntingan merupakan kegiatan yang penting bagi naskah sebelum diterbitkan. Naskah dalam pengertian ini dapat berupa naskah, buku, atau artikel. Tanpa melalui penyuntingan, naskah tidak dianggap layak cetak atau terbit. Sekalipun naskah tersebut milik penulis ternama, tetap harus melalui prosedur penyutingan, karena tidak ada yang tahu kesalahan penulis dalam naskahnya, jika naskah tersebut belum melalui proses penyuntingan.

Kegiatan penyuntingan dilakukan oleh orang yang ahli di bidang penyuntingan. Seorang penyunting, atau bisa juga disebut editor, harus menguasai ejaan yang baik dan benar sesuai EYD yang terus diperbarui. Selain penguasaan ejaan, penyunting juga harus memiliki tanggung jawab terhadap naskah yang disunting. Penyunting juga menyunting berdasarkan aspek-aspek penyuntingan, yaitu : penyuntingan isi, penyuntingan kebahasaan, penyuntingan penyajian, penyuntingan grafika, penyuntingan wawasan kebangsaan, dan penyuntingan gaya selingkung.Jika penyunting melaksanakan kegiatan penyuntingan dengan baik dan benar berdasarkan aspek penyuntingan, dan disertai rasa tanggung jawab terhadap naskah, maka akan terciptalah naskah yang layak cetak atau terbit. Begitu juga dengan majalah Story yang sudah melalui proses penyuntingan sehingga isi di dalamnya mendekati sempurna. Namun, tidak ada suatu hal yang sempurna, oleh karena itu, akan dilakukan penyuntingan terhadap majalah Story berdasarkan aspek-aspek penyuntingan, yang meliputi : penyuntingan kebahasaan, penyuntingan grafika, penyuntingan isi, penyuntingan wawasan kebangsaan, penyuntingan penyajian, dan penyuntingan gaya selingkung.
B. Rumusan MasalahBerdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah menyunting majalah Story edisi 22 berdasarkan enam aspek penyuntingan.
C. TujuanSesuai dengan latar belakang dan masalah diatas, penyuntingan ini bertujuan agar majalah STORY disunting berdasarkan aspek-aspek penyuntingan, sehingga dapat diketahui kesalahan yang terdapat di majalah Story edisi 22.

BAB II 
KAJIAN TEORITIS
A.  Konsep Dasar Penyuntingan
1.      Pengertian PenyuntinganPenyunting atau editor adalah orang yang membenarkan, meneliti, mengoreksi, menandai kesalahan, dan memperbaiki naskah agar layak terbit. Itulah yang dinamakan kegiatan penyuntingan. Seorang penyunting, haruslah menguasai ejaan yang baik dan benar, serta memiliki ‘beban’ agar menghasilkan naskah yang layak cetak dan layak terbit. Jika seorang penyunting tidak memiliki ‘beban’ terhadap naskah yang disunting, maka tidak ada pula rasa tanggung jawab atas layak tidaknya naskah yang akan di cetak atau di terbitkan.Naskah dalam hal penyuntingan mencakupi : naskah, buku, dan artikel. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (2008 ; 954), naskah adalah karangan yang masih ditulis tangan. Buku diartikan sebagai lembar kertas yang berjilid. Sedangkan artikel, diartikan sebagai karya tulis lengkap.2.      Aspek-aspek PenyuntinganSelain menguasi ejaan dan memiliki ‘beban’ terhadap naskah, penyunting juga harus memperhatikan aspek-aspek yang disunting. Aspek-aspek tersebut, yaitu :1.    Penyuntingan isiPada proses ini, penyunting meneliti kesesuaian judul dengan isi, materi dengan konsep, dan meneliti kesesuaian keseluruhan isi naskah.
2.    Penyuntingan kebahasaanProses penyuntingan tingkat kebahasaan yang disesuaikan dengan sasaran pembaca dengan memperhatikan bahasa yang komunikatif, dan kesatuan gagasan.3.    Penyuntingan grafikaPenyuntingan yang berhubungan dengan fisik buku, seperti : bahan kertas buku, desain kulit, desain isi, cetak, pengemasan dan jilid.4.    Penyuntingan wawasan kebangsaanPenyuntingan yang berhubungan dengan wawasan kebangsaan, seperti wawasan pornografi dan pornoaksi, dan wawasan integrasi budaya.5.    Penyutingan penyajianProses penyuntingan ini disesuikan dengan struktur naskah, termasuk cara penyajian materi dan kelengkapan penyajian materi.6.    Penyuntingan gaya selingkungPenyuntingan ini disesuaikan dengan gaya selingkung masing-masing penerbit.3.      Kode Etik PenyuntinganKode etik penyuntingan adalah rambu-rambu yang perlu diperhatikan penyunting dalam menyunting naskah. Kode etik bertujuan agar penyunting dapat melaksanakan tugasnya dengan lancar, dan dapat meminimalisir terjadinya permasalahan dikemudian hari yang berkaitan dengan penulis naskah.Kode etik tersebut ialah sebagai berikut :1.      Penyunting naskah wajib mencari informasi mengenai penulis naskah agar mengetahui kondisi latar belakang penulis.2.      Ingat bahwa penyunting naskah bukanlah penulis naskah, sehingga bila terdapat kekurangan didalam isi, penyunting naskah tidak berhak menyunting isi.3.      Penyunting wajib menghormati gaya penulis naskah.4.      Penyunting naskah wajib menyimpan informasi yang ada di dalam naskah.5.      Penyunting naskah wajib mengkonsultasikan hal-hal yang akan disunting berkaitan dengan naskah kepada penulis.6.      Penyunting tidak boleh menghilangkan naskah yang akan, sedang, maupun telah disunting.
4.      Penjabaran Majalah StoryMajalah sastra Story ini adalah majalah yang memiliki 35 rubrik dan menampung cerpen dari masyarakat umum. Seperti yang diuraikan sebelumnya, sebuah naskah akan mengalami proses penyuntingan sebelum diterbitkan. Sama halnya dengan majalah Story yang telah melalui proses penyuntingan dengan ditandai adanya seorang editor. Meskipun telah melalui proses penyuntingan, belum menjadi jaminan bahwa Story sudah bebas dari segala kesalahan yang menyangkut aspek penyuntingan.

BAB III 
METODE
Pada penyuntingan majalah Story ini akan dilakukan kegiatan menyunting dengan menggunakan metode sebagai berikut :1.      Membaca telitiSebagai penyunting diperlukan ketelitian dalam membaca suatu naskah. Membaca teliti tidak hanya di fokuskan untuk mencari kesalahan penggunaan huruf, kesalahan tulisan, maupun kesalahan kata. Namun, penyunting juga perlu memfokuskan membaca teliti mengenai penggunaan kata yang sesuai dengan EYD. Misalnya penggunaan huruf kapital, tanda baca, kata depan, dan sebagainya.2.      Mengkoreksi kesalahanTentu saja setelah mengetahui letak kesalahan, penyunting harus membubuhkan tanda dimana terdapat kesalahan. Untuk memberikan tanda tersebut, penyunting menggunakan tanda koreksi penyuntingan¹.3.      Tanda MarginSetelah membubuhkan tanda koreksi penyuntingan didalam naskah yang terdapat kesalahan, maka di samping kanan naskah haruslah diberikan tanda margin. Tanda margin adalah tanda yang memberitahukan bahwa pada baris tersebut terdapat kesalahan. Pemberian tanda margin disejajarkan dengan baris yang terdapat kesalahan. Sehingga lebih mudah untuk membetulkan naskah.

4.      Menuliskan pembenaranIni adalah tahap akhir proses penyuntingan. Setelah penyunting mencari kesalahan dan membubuhkan tanda koreksi juga tanda margin, penyunting haruslah memberikan pembetulan penulisan yang seharusnya.

BAB IVPEMBAHASAN
A.      Penyuntingan Terhadap Majalah STORYMajalah Story adalah majalah sastra yang berisi karya sastra dari masyarakat umum yang berjumlah 108 halaman. Didalam  Story memuat tiga puluh lima rubrik umum yang berbau sastra.Rubrik-rubrik tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Story Diary2.      Cerita Utama3.      Bulletin4.      Story Model5.      Cerpen Seleb6.      Novelet7.      Kissing8.      Komen Seleb9.      Bacaan Seleb10.  Cerpen Duet11.  Zodiak12.  Cerpen Anak Sekolah13.  Cerpen Guru14.  Curhatan Error Calon Penulis15.  Quis16.  Cerita Bersambung17.  Cerit dari Seberang18.  Terjemahan19.  Lomba Cerpen20.  Profil SMA21.  Genk Kompor22.  Cerpen Culun23.  Kabar Story24.  Serial Sotoy25.  Ilustrator26.  Ketemu Langsung27.  Science Fiction28.  Inbox29.  Hii...30.  Jalan-jalan31.  Komen Cerpen32.  Taman Hati33.  Storypedia34.  Info Buku35.  Komik

Pada pembahasan ini, akan dilakukan penyuntingan pada setiap rubrik yang ada didalam Story edisi 22. Rubrik yang berjumlah 35 tersebut akan disunting satu-persatu menggunakan aspek penyuntingan, yaitu :1.      penyuntingan isi2.      penyuntingan kebahasaan3.      penyuntingan grafika4.      penyuntingan wawasan kebangsaanSedangkan penyuntingan penyajian dan penyuntingan gaya selingkung penerbit akan disunting dengan mencakupi keseluruhan penyajian dari majalah Story.Penyuntingan penyajianPenyuntingan penyajian berupa penyajian isi materi, kesesuaian materi dengan bab, dalam hal ini rubrik, kejelasan materi, keruntutan konsep, dan bagian isi. Untuk majalah Story, sistematika penyajian dapat dikatakan sempurna. Isi materi runtut seperti yang tertera dalam pemaparan daftar isi. Yang paling penting, tidak ada satu halamanpun yang memiliki penyajian buruk atau kecacatan halaman.
Gaya selingkung penerbitPenerbit yang digunakan Story adalah penerbitan PT Nuansa Karya Berita, sama seperti penerbitan tabloid Gaul. Dalam kedua media massa tersebut terdapat gaya selingkung penerbitan yang dapat dilihat melalui tulisan hak cipta. Hak cipta PT Nuansa Karya Berita selalu di letakkan di dalam halaman majalah atau tabloid, dan diletakkan bersama satu halaman dengan berita.(Lampiran 2)Sampul mempunyai peranan terpenting dalam media massa. Jika sampulnya menarik, maka pembaca akan tertarik untuk membaca lebih lanjut. Sebaliknya, jika sampul suatu majalah tidak menarik, bahkan bisa dibilang sembarangan, maka pembacapun malas untuk membaca isinya lebih dalam, meski ternyata isinya lebih menarik daripada sampulnya. Khusus untuk majalah Story, Gaya selingkung penerbit PT Nuansa Karya Berita dapat dilihat dari sampul majalah Story.Sejak edisi ke-1 hingga edisi ke-22 ini, Story sengaja menggunakan wajah seorang artis wanita yang didandani dan difoto secara close-up. Sehingga masyarakat mengasumsikan majalah Story adalah majalah untuk kaum wanita. Padahal isi dari Story, dapat dinikmati untuk seluruh kalangan remaja maupun dewasa, serta orangtua. Warna sampul yang selalu berwarna-warni mengesankan majalah yang ramai. Sehingga gaya selingkung penerbit PT Nuansa Karya Berita khusus untuk majalah Story dapat dilihat melalui model sampul yang selalu menggunakan wanita.(Lampiran 2)Penyuntingn RubrikBerikut penyuntingan rubrik Story berdasarkan empat aspek penyuntingan. 1.    Story Diary
a.    Penyuntingan isiPada rubrik ini berisi cerita dari sang Editor Story yang bertujuan untuk memotivasi penulis. Antara tema rubrik ‘Story Diary’, judul ‘Bayar Kecewa Itu Lewat Tulisan’, dengan isi materi sudah sesuai.b.    Penyuntingan kebahasaan
Ø Pada Story Diary yang berjudul ‘Bayar Kecewa Itu Lewat Tulisan’ terdapat kesalahan pada kalimat :Namun ketika penolakan itu terjadi hingga berkali-kali, saya mulai merasa down, bahkan bisa dibilang putus asa.Pada kata’down’ yang berupa bahasa asing, seharusnya penulis memiringkan kata tersebut menjadi ‘down’. Pembetulannya :Namun ketika penolakan itu terjadi hingga berkali-kali, saya mulai merasa down, bahkan bisa dibilang putus asa.Ø Kesalahan juga terlihat pada kalimat berikut  :Seorang Storylovers bernama Kriestaeza pernah mengirim inbox kepada saya bahwa inbox-nya nggak pernah saya balas.Pada kata yang menggunakan serapan bahasa asing ‘Storylovers’ tidak dimiringkan karena kata tersebut mengacu pada nama suatu kelompok. Namun pada kata bahasa asing ‘inbox’, seharusnya dimiringkan. Sehingga kalimat yang seharusnya adalah seperti berikut :Seorang Storylovers bernama Kriestaeza pernah mengirim inbox kepada saya bahwa inbox-nya nggak pernah saya balas.c.    Penyuntingan grafikaSesuai dengan isi Story Diary yang memuat kisah editor, maka gambar yang dipakai untuk melengkapi adalah foto sang editor itu sendiri, Reni.d.   Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Dari penyuntingan kebahasaan dapat diketahui bahwa terdapat unsur serapan bahasa asing, yaitu down, storylovers, dan inbox. (Lampiran 3)2.   Cerita Utamaa.    Penyuntingan isiCerpen pada Cerita Utama berjudul ‘Tentang Senyum Ayah’ ini memiliki kesesuaian isi materi dengan judulnya. Kedalaman dan keakuratan cerita sudah baik, sehingga pembaca sanggup memahami apa yang diceritakan penulis. Antara tema rubrik judul, dan isi materi sudah sesuai.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Pada cerita utama yang berjudul ‘Tentang Senyum Ayah’, terdapat kesalahan pada kalimat :Sebuah kehilangan yang takkan bisa tergantikan.Ayahku meninggalkan kenangan yang tak pernah pupus dalam ingatan.Antara kalimat pertama dan kedua tidak diberi jeda. Setelah tanda baca titik pada kalimat pertama, tidak ada spasi yang memisahkan dengan kalimat kedua. Pembetulannya :Sebuah kehilangan yang takkan bisa tergantikan. Ayahku meninggalkan kenangan yang tak pernah pupus dalam ingatan.
c.    Penyuntingan grafikaSesuai dengan judul cerpenya ‘Tentang Senyum Ayah’, ilustrasi yang digunakan adalah gambar wajah ayah dan senyum khasnya, juga terdapat ilustrasi lain yang menggambarkan seorang anak laki-laki sebagai tokoh ‘aku’, serta kakak perempuannya dan Ibunya.  Namun yang ditonjolkan dan dibesarkan adalah wajah dan senyum ayah.d.   Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Juga tidak ada masuknya budaya lain. (Lampiran 4)3.    Bullet ina.    Penyuntingan isiCerpen yang ditulis  rutin oleh Tandi Skober ini berisi cerpen singkat mengenai cerita menyangkut pada orang yang bekerja didalam Story. Cerpen yang berjudul ‘Cinta Pada Sebutir Telor’ ini sudah sesuai dengan tema rubrik, judul, dan isi.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Pada Bullet in yang berjudul ‘Cinta Pada Sebutir Telor’, hanya terdapat satu kesalahan pada kalimat percakapan berikut :“Ini telor cinta, stad. Ariel alirkan cinta di telor asin ini,”Penggunaan huruf kapital yang seharusnya digunakan pada huruf ‘s’ pada kata ‘stad’ yang mengacu pada nama orang. Pembetulannya :“Ini telor cinta, Stad. Ariel alirkan cinta di telor asin ini,”
c.    Penyuntingan grafikaPada rubrik ini yang rutin dimuat ini, tidak menggunakan gambar atau ilustrasi tokoh kartun atau sketsa. Sama halnya dengan Story Diary, rubrik ini menampilkan foto penulis itu sendiri, yakni Tandi Skober.d.    Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Juga tidak ada masuknya budaya lain. (Lampiran 5)4.    Story Modela.    Penyuntingan isiPada rubrik ini berisi cerita tentang model yang digunakan sebagai sampul STORY. Antara tema rubrik dengan isi materi sudah sesuai dengan cerita yang berjudul ‘Aryani Fitriana Kurniawan Lebih Suka Baca Cerita yang Pendek’.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Pada Story Model yang berjudul ‘Aryani Fitriana Kurniawan Lebih Seneng Baca Cerita yang Pendek’ ini terdapat kesalahan pada kalimat berikut :Dunia entertaiment sudah dijalani sulung dari dua bersaudara sejak usia 7 tahun.Pada angka ‘7’ seharusnya ditulis dengan kata, karena masih menggunakan satu suku kata yaitu’tujuh’. Pembetulannya :Dunia entertaiment sudah dijalani sulung dari dua bersaudara sejak usia tujuh tahun.
c.    Penyuntingan grafikaPada rubrik ini tentu terdapat foto model Story, yakni Aryani Fitri Kurniawan.d.   Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Juga tidak ada masuknya budaya lain. (Lampiran 6)5.    Cerpen Seleba.    Penyuntingan isiSesuai dengan tema Rubrik, pada cerpen seleb ini berisi cerpen yang ditulis oleh selebritis. Antara tema rubrik dengan isi materi sudah sesuai dengan cerpen yang berjudul ‘Kemilau Cinta Lita’.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Cerpen seleb karya Catherine Sharon yang berjudul ‘Kemilau Cinta Lita’ ini memiliki kesalahan pada kalimat berikut :Bunyi knalpot melengking di depan gerbang...Seharusnya di akhir kalimat tidak perlu menggunakan tanda ellipsis, karena kalimat di atas bukan kalimat putus atau masih ada lanjutannya. Kalimat di atas adalah satu kalimat, sehingga diakhiri dengan tanda baca titik. Pembetulannya :Bunyi knalpot melengking di depan gerbang.
Ø Lalu kesalahan pada kalimat :Lalu terbirit-birit lagi meladeni juragan muda di tengah malam buta...Pada kalimat tersebut juga seharusnya menggunakan tanda baca titik karena kalimat itu berakhir. Pembetulannya :Lalu terbirit-birit lagi meladeni juragan muda di tengah malam buta.
Ø Kemudian pada kalimat :“Hualah, jadi anak kok bandel banget sih,”Seharusnya sebelum kata ‘sih’ terdapat tanda baca koma, dan sesudahnya diberi tanda seru, karena kalimat tersebut merupakan kalimat pernyataan emosi. Pembetulannya :“Hualah, jadi anak kok bandel banget, sih!”
c.    Penyuntingan grafikaDalam Cerpen Seleb ini tentu terdapat foto seleb Catherine Sharon. Cerpen yang ditulisnya berjudul ‘Kemilau Cinta Lita’ ini terdapat ilustrasi seorang cowok bermotor keren, dan seorang perempuan cantik yang menandakan tokoh Lita.d.   Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Juga tidak ada masuknya budaya lain. (Lampiran 7)6.    Noveleta.    Penyuntingan isiSesuai dengan tema rubrik, Novelet berisi cerpen panjang. Antara tema rubrik dengan isi materi sudah sesuai dengan novelet berjudul ‘Sepotong Cinta Untuk Sang Kekasih’.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Pada novelet yang berjudul ‘Sepotong Cinta Untuk Sang Kekasih’ ini memiliki kesalahan pada kalimat berikut :“Sebenarnya... saya tidak tahu harus berkata apa. Begitu susah menyampaikannya..”Di akhir kalimat kelebihan satu titik. Pembetulannya :“Sebenarnya... saya tidak tahu harus berkata apa. Begitu susah menyampaikannya.”
Ø Lalu kesalahan pada kalimat :“Aku cinta kamu”Kalimat pernyataan emosi di atas seharusnya menggunakan tanda seru di akhir kalimat. Pembetulannya :“Aku cinta kamu!”
Ø Kesalahan juga terdapat pada kalimat berikut :“Ballerina itu kamu, pemain musik itu aku”Kalimat pemberitahuan di atas seharusnya menggunakan tanda seru di akhir kalimat. Pembetulannya :“Ballerina itu kamu, pemain musik itu aku!”
Ø Kesalahan juga terletak pada kalimat berikut :“Aku bertemu sebuah cinta di sini, di cafe”Kalimat berita di atas seharusnya menggunakan tanda baca titik di akhir kalimat.“Aku bertemu sebuah cinta di sini, di cafe.”
c.      Penyuntingan grafikaNovelet yang berjudul ‘Sepotong Cinta Untuk Sang Kekasih’ ini dilengkapi ilustrasi seorang cowok berwajah Jerman dan seorang cewek berwajah murung yang sesuai dengan keadaan tokoh dalam cerita.d.      Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan Indonesia, namun terdapat unsur budaya Jerman, yang masuk dalam novelet ini. Pada kalimat bahasa berikut :“Danke prima. Und du? Ich liebe dich.”Kalimat di atas adalah kalimat bahasa Jerman yang digunakan penulis untuk menegaskan unsur kebudayaan asing. (Lampiran 8)7.    Kissinga.    Penyuntingan isiKissing adalah akronim dari Kisah Singkat. Berisi cerpen singkat. Antara cerita yang berjudul ‘Monster Kawat VS Kecoa’, tema rubrik, dan isi materi sudah sesuai.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Pada kisah singkat yang berjudul ‘Monster Kawat VS Kecoa’ ini, terdapat kesalahan pada kalimat berikut :SMAN 1 tempatku sekolah saat ini adalah sekolah Unggulan dan tervavorit di kota Tanggerang.Huruf ‘U’ pada kata ‘Unggulan’ seharusnya menggunakan huruf kecil, karena kata unggulan dalam kalimat tersebut bukan mengacu pada suatu nama. Pembetulannya :SMAN 1 tempatku sekolah saat ini adalah sekolah unggulan dan tervavorit di kota Tanggerang.Ø Kesalahan juga terletak pada kalimat berikut :Selain letaknya strategis, sekolahku mempunyai fasilitas yang lumayan cukup lengkap. Kata ‘lumayan’ dan ‘cukup’ itu sebenarnya mempunyai makna yang sama. Sehingga penggunaan kedua kata tersebut tidak seharusnya digunakan bersama-sama. Pembetulannya :Selain letaknya strategis, sekolahku mempunyai fasilitas yang lumayan lengkap.AtauSelain letaknya strategis, sekolahku mempunyai fasilitas yang cukup lengkap.c.    Penyuntingan grafikaKissing yang berjudul ‘Monster Kawat VS Kecoa’ memang tidak disertai ilustrasi. Namun, pada judul dan gambar penyajiannya, cerpen ini memiliki desain yang bagus.d.   Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Juga tidak ada masuknya budaya lain.(Lampiran 9 )
8.    Komen Seleba.    Penyuntingan isiRubrik Komen Seleb berisi komentar selebritis terhadap cerpen yang ada pada Story. Antara tema rubrik dengan isi materi yang berjudul ‘Smash, Ceritanya Wonder Woman Woman Banget’ sudah sesuai.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Terdapat kesalahan pada kalimat berikut :Boy band asal Bandung yang sedang disukai oleh remaja-remaja negeri ini pasti Storylovers kenal.Kata ‘boy band’ yang merupakan bahasa asing, seharusnya ditulis dengan huruf miring. Pembetulannya :Boy band asal Bandung yang sedang disukai oleh remaja-remaja negeri ini pasti Storylovers kenal.Ø Terdapat kesalahan juga pada kalimat berikut :SM*SH adalah nama singkat yang yang diambil dari kata Seven Man As Seven Heroes dan diperkuat oleh...‘Seven Man As Seven Heroes’ berasal dari bahasa asing, seharusnya ditulis dengan huruf miring. Pembetulannya :SM*SH adalah nama singkat yang yang diambil dari kata Seven Man As Seven Heroes dan diperkuat oleh ...c.       Penyuntingan grafika Sesuai dengan judul Komen Seleb ‘SMASH, Ceritanya Wonder Woman Banget’, gambar yang digunakan yaitu gambar keenam personil Smash.d.      Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Juga tidak ada masuknya budaya lain. (Lampiran 10)9.    Bacaan Seleba.    Penyuntingan isiPada rubrik ini berisi bacaan favorit para selebritis, ‘Rizal Armada, Farah Queen, Anita Hara, dan Ivan Ray’. Isi materi sudah sesuai dengan judul dan tema rubrik.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Pada bacaan seleb yang berjudul ‘Farah Queen’ terdapat kesalahan pada kalimat :Nah, kamu kan ngeracik bumbu sehingga menjadi masakan yang ajib banget, Nah, kapan-kapan mau meracik kata-kata sehingga jadi cerpen buat Story?Pada pada kata ‘Nah’ yang kedua, kesalahan ada di tanda baca. Seharusnya jika ‘Nah’ itu menggunakan huruf kapital, sebelum kata ‘Nah’ diberi titik, bukan koma. Nah, kamu kan ngeracik bumbu sehingga menjadi masakan yang ajib banget. Nah, kapan-kapan mau meracik kata-kata sehingga jadi cerpen buat Story?Namun jika sebelum ‘Nah’ kedua menggunakan tanda koma, maka ‘Nah’ menggunakan huruf kecil.Nah, kamu kan ngeracik bumbu sehingga menjadi masakan yang ajib banget, nah, kapan-kapan mau meracik kata-kata sehingga jadi cerpen buat Story?Ø Pada bacaan seleb yang berjudul ‘Anita Hara’ terdapat kesalahan pada kalimat berikut :Model iklan dan aktris sinetron yang kerap memerankan tokoh protagonis, Annita Hara mengaku sangat menyukai kegiatan membaca.Seharusnya setelah kata ‘Anita Hara’ diberikan tanda koma, karena kalimat di atas merupakan kalimat berklausa endosentris atributif. Pembetulannya :Model iklan dan aktris sinetron yang kerap memerankan tokoh protagonis, Annita Hara, mengaku sangat menyukai kegiatan membaca.c.       Penyuntingan grafikaSesuai dengan tema rubrik Bacaan Seleb, terdapat foto seleb Rizal Armada, Farah Queen, Anita Hara, dan Ivan Ray, untuk pelengkap berita bacaan seleb.d.      Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan, seperti pornoaksi atau pornografi. Juga tidak ada masuknya budaya lain.(Lampiran 11)10.     Cerpen Dueta.    Penyuntingan isiPada rubrik ini berisi cerpen yang ditulis oleh dua penulis. Antara tema rubrik dengan isi materi sudah sesuai.b.    Penyuntingan kebahasaanØ Pada cerpen duet yang berjudul ‘Sebuah Kenangan’ ini terdapat kesalalahan pada kalimat berikut :“Vin, kamu sudah tahu belum, kalau Pak Gita sudah meninggal!” Seketika itu juga aku tak dapat berkata apapun dan air mataku mengalir begitu saja, tak dapat terbendung lagi.Seharusnya setelah kalimat percakapan, pada kalimat selanjutnya menggunakan huruf kecil, meski itu awal kalimat. Pembetulannya :“Vin, kamu sudah tahu belum, kalau Pak Gita sudah meninggal!” seketika itu juga aku tak dapat berkata apapun dan air mataku mengalir begitu saja, tak dapat terbendung lagi.c.    Penyuntingan grafikaPada cerpen duet yang berjudul ‘Sebuah Kenangan’, terdapat ilustrasi seorang gadis berseragam SMA yang sedang merenung. Juga terdapat ilustrasi gambar seorang guru lelaki tua.d.   Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan, seperti pornoaksi atau pornografi. Juga tidak ada masuknya budaya lain.(Lampiran 12)11.   Zodiaka.    Penyuntingan isiSesuai dengan tema rubrik, pada rubrik Zodiak ini berisi tentang ramalan bintang. Antara tema rubrik dengan isi materi sudah sesuai.b.    Penyuntingan kebahasaanPada rubrik Zodiak, yang menjadi topik bulan ini adalah bintang Gemini sastrawan Seno Guira Ajidarma, tidak terdapat kesalahan penulisan.c.    Penyuntingan grafikaSesuai dengan tema rubrik, Zodiak, rubrik ini berisi gamar-gambar bintang. Seperti scorpio brgambar kalajengking, pisces gambar ikan, libra gambar timbangan, dan sebegainya. Gambar tersebut dikemas dalam bentuk kartun, sehingga lucu untuk dilihat.d.   Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan, seperti pornoaksi atau pornografi. Juga tidak ada masuknya budaya lain. (Lampiran 13)12.  Cerpen Anak Sekolaha.       Penyuntingan isiSesuai dengan tema rubrik, pada rubrik kali ini berisi cerpen yang ditulis oleh seorang anak sekolah, yang ceritanya berisi kisah mereka di sekolah. Antara tema rubrik dengan isi materi yang berjudul ‘Kita Untuk Selamanya’ sudah sesuai.b.      Penyuntingan kebahasaanØ  Cerpen berjudul Kita ‘Untuk Selamanya’ ini terdapat kesalahan pada kalimat :Pokoknya is the best deh.Kalimat ‘is the best’ yang merupakan dari bahasa asing, seharusnya menggunakan huruf miring. Pembetulannya :Pokoknya is the best deh.c.       Penyuntingan grafikaPada logo Cerpen Anak Sekolah diberikan gambar ilutrasi kartun seorang anak kecil yang sedang belajar menulis.d.      Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan, seperti pornoaksi atau pornografi. Juga tidak ada masuknya budaya lain.(Lampiran 14)13.   Cerpen Gurua.       Penyuntingan isiSesuai dengan tema rubrik, pada rubrik Cerpen Guru berisi cerpen yang ditulis oleh seorang guru. Antara tema rubrik dengan isi materi yang berjudul ‘Melepas Karma’ sudah sesuai.b.      Penyuntingan kebahasaanØ Pada rubrik ini, cerpen berjudul ‘Melepas Karma’ ini memiliki kesalahan pada kalimat :“Kamu pasti bisa!” Berulang kali, kalimat pendek berdentam-dentam dalam memukuliku,Seharusnya huruf ‘B’ pada kata ‘Berulang’, menggunakan huruf kecil, karena ditulis setelah kalimat percakapan.“Kamu pasti bisa!” berulang kali, kalimat pendek berdentam-dentam dalam memukuliku,Ø  Terdapat kesalahan pada kalimat berikut  :“Kamu ingin jadi apa, Ren?”tanyaku pada Reni, muridku paling dekil dan hobi mengantuk.Seharusnya diberi spasi sebagai jeda antara kalimat percakapan dengan kalimat setelahnya.c.       Penyuntingan grafikaPada logo Cerpen Guru diberikan ilustrasi gambar kartun tokoh guru wanita berkacamata dengan laptop didepannya.d.      Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan, seperti pornoaksi atau pornografi. Juga tidak ada masuknya budaya lain.(Lampiran 15)
14.   Curhatan Error Calon Penulisa.       Penyuntingan isiPada rubrik ini berisi curhatan penulis yang pusing menghadapi tulisan mereka sendiri. Antara tema rubrik dengan isi materi sudah sesuai.b.      Penyuntingan kebahasaanTidak terdapat kesalahan pada rubrik ini.c.       Penyuntingan grafikaKarena curhatan ini berasal dari pembaca, maka tujuh curhatan yang dimuat, dilengkapi dengan foto pembaca yang mengirim curhatan mereka.d.      Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan, seperti pornoaksi atau pornografi. Juga tidak ada masuknya budaya lain.(Lampiran 16)15.   Quisa.       Penyuntingan isiDalam rubrik Quis berisi kuis-kuis berhadiah yang di adakan Story untuk pembaca. Antara tema rubrik dengan isi materi sudah sesuai.b.      Penyuntingan kebahasaanTidak terdapat kesalahan pada rubrik ini.c.       Penyuntingan grafikaSelain Quis berisi pertanyaan seputar Story, ada juga gambar buku sebagai hadiah bagi pemenang.d.      Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan, seperti pornoaksi atau pornografi. Masuknya budaya lain yang terdapat dalam hadiah lomba yang berupa novel terjemahan. Meskipun tidak setiap hadiah berupa novel terjemahan.(Lampiran 17)16.  Cerita Bersambunga.       Penyuntingan isiSesuai dengan tema rubrik, pada rubrik cerita bersambung ini berisi cerita yang tidak selesai dalam satu edisi, melainkan selesai dalam dua atau tiga edisi. Antara tema rubrik dengan isi materi yang berjudul ‘Aku, Sahabat, dan Cintaku’ sudah sesuai.b.      Penyuntingan kebahasaanØ  Pada cerbung ‘Aku, Sahabat, dan Cintaku’, terdapat kesalahan pada kalimat :Tapi,buatkukegagalanyakegagalan, keberhasilan ya keberhasilan.Dalam kalimat yang digaris bawahi seharusnya terdapat jeda perkata. Pembetulan :Tapi,buatku kegagalan ya kegagalan, keberhasilan ya keberhasilan.c.       Penyuntingan grafikaSesuai dengan judul pada rubrik ini, ‘Aku, Sahabat, dan Cintaku’, terdapat gambar seorang gadis sebagai tokoh ‘aku’, gambar seorang lelaki berambut gondrong sebagai ‘cintaku’, dan gambar kedua perempuan ceria sebagai tokoh ‘sahabatku’.

d.      Penyuntingan wawasan kebangsaanTidak terdapat unsur yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan, seperti pornoaksi atau pornografi. Juga tidak ada masuknya budaya lain.(Lampiran 18)17.   Cerita Dari Seberanga.       Penyuntingan isiSesuai dengan tema rubrik, pada rubrik ini berisi cerpen dari seberang, yaitu cerpen yang menggunakan bahasa inggris, yang akan diterjemahkan pada edisi selanjutnya. Antara tema rubrik dengan isi materi yang berjudul ‘Sweet Farewell’ sudah sesuai.b.      Penyuntingan kebahasaanTidak terdapat kesalahan pada cerpen yang berjudul ‘Sweet Farewell’ ini.c.       Penyuntingan grafikaSesuai dengan tema rubrik Cerita Dari Seberang, gambar yang sengaja dibubuhkan adalah gambar kartun seorang perempuan berambut pirang, bermata cokelat. Dan gambar seorang pemuda berambut pirang dan bermata cokelat juga. Serta gambar jam Big-Bang sebagai pelengkap ilustrasi setting luar negeri.d.      Penyuntingan wawasan kebangsaan

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)