Thursday, July 14, 2011

Sejarah Perkembangan Ilmu

Dari sejak manusia dilahirkan kedunia, mereka telah dihadapkan dengan berbagai masalah yang harus mereka selesaikan sendiri menurut cara berpikir dan reaksi yang berbeda-beda pada setiap manusia.Van Peursen membagi perkembangan kebudayaan menjadi tiga tahap:1. Tahap Mistis                   : manusia merasa bahwa kekuatan-kekuatan gaib berada disekitarnya.2. Tahap Ontologis             : manusia merasa tidak dikepung oleh kekuatan gaib, dan mulai menelaah objek disekitarnya.3. Tahap Fungsional            : selain merasa bebas dari kepungan gaib, manusia juga telah mempunyai pengetahuan berdasarkan penelaahan objek-objek disekitarnya.Walaupun pada tahap Mistis manusia telah memiliki pengetahuan, namun pengetahuan itu selalu dikaitkan dengan kekuatan mistis.
Ketika manusia berpendapat bahwa hukum-hukum tertentu dalam dunia empiris yang terlepas dari kekuasaan dunia mistis, ilmu mulai berkembang pada tahap Ontologi.. Manusia mulai menentukan batas-batas yang jelas kepada objek-objek tersebut yang terpisah dari eksistensi manusia.Terbebasnya akal manusia dari kekuatan mistis ini dimulai dari zaman Yunani kuno. Setelah periode ini perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat. Bahkan dimasa sekarang, ilmu berkembang dengan cepat, penemuan satu bisa merambah menjadi penemuan baru lainnya..Karena pemikiran dan kebudayaan yang berkembang pada wilayah dan masa tertentu adalah serangkaian dari sejarah peradaban umat manusia, maka dengan kemampuan akal pikirannya, manusia selalu berusaha melangkah maju.
A. Zaman Purba (abad 15 - 7 SM)Banjir disungai Nil tiap tahun, membuat bangsa Mesir mengembangkan sistem almanak, geometri dan kegiatan survey yang tercatat dalam lembaran sejarah di bidang keilmuan. Keberhasilan bangsa Mesir, diikuti oleh bangsa Babilonia dan India yang memberikan sumbangan-sumbangan berharga mesipun tidak seintensif bangsa Mesir.Pada dasarnya manusia di zaman purba melakukan pengamatan berdasarkan peristiwa fakta yang diolah sekedarnya hanya untuk menemukan soal yang sama, yaitu common denominator, itupun mungkin tanpa disengaja dan tanpa tujuan.Sesuai dengan namanya, zaman batu, manusia dizaman ini menggunakan batu sebagai peralatan. Misalnya kapak digunakan untuk memotong dan membelah Selain menggunakan batu, mereka juga menggunakan tulang binatang. Tulang binatang yang menyerupai jarum digunakan untuk menjahit .Benda-benda yang digunakan mengalami kemajuan sesuai perkembangan waktu. Penemuan dilakukan berdasarkan pengamatan dan dilanjutkan dengan percobaan-percobaan menuruti proses trial and error.Menggunakan proses trial and error yang memakan waktu ratusan bahkan ribuan tahun, manusia akhirnya menemukan bahan dasar pembuatan alat yang baik sehingga hasilnya menjadi lebih baik. Dengan demikian tersusunlah pengetahuan know how. Karena know how inilah penemuan-penemuan tersebut diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya.Perkembangan pengetahuan secara lebih cepat terjadi beberapa ribu tahun sebelum masehi. Terjadi pada manusia berada dizaman batu muda (neolithikum). Pada masa ini mulailah pertanian, menetap, membangun rumah, mengawetkan makanan, memulai irigasi dan berternak hewan.Pada masa ini, muncul kemampuan menulis, membaca bahkan berhitung, yang tentu saja sangat menunjang perkembangan pengetahuan karena catatan tentang suatu peristiwa menjadi lebih lengkap dan jelas.Menurut Anna Poedjiadi, ada keterkaitan dan saling pengaruh antara perkembangan pemikiran suatu wilayah diwilayah lain. Pembuatan perunggu di Mesir abad ke-17 SM memberi pengaruh terhadap perkembangan teknik di Eropa. Bangsa Cina abad ke-15 SM mengembangkan teknik peralatan perunggu di jaman Dinasti Shang, sedangkan peralatan besi sebagai perangkat perang sudah dikenal abad ke-5 SM pada zaman Dinasti Chin.India memberikan sumbangsih yang besar dalam perkembangan matematik dengan penemuan bilangan decimal. India bahkan sudah menemukan roda pemutar untuk pembuatan tembikar pada abad ke-30 SM. Namun karena bencana dan peperangan pada abad ke-20 SM, peradaban itu musnah.Secara umum, dapat dinyatakan pengetahuan zaman purba ditandai dengan lima kemampuan, yaitu:Pengetahuan didasarkan pada pengalaman.  Pengalaman diterima sebagai fakta. Kemampuan menemukan abjad dan sistem bilangan. Kemampuan menulis, berhitung, menyusun kalender. Meramalkan peristiwa-peristiwa fisis atas dasar peristiwa sebelumnya.

 1. Perkembangan Pengetahuan di Babylonia dan MesirBabyloniaOrang mulai bertani dalam jumlah besar pada tahun 3000 SM di daerah Mesopotamia, tepatnya di lembah sungai Tigrus dan Euphrat. Pada masa itu pula mereka memperoleh kemajuan besar dalam mengolah dan memanfaatkan perunggu sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari, dan membuat barang-barang dari keramik.Pada tahun 2500 SM, Bangsa Sumer yang mendiami daerah Mesopotamia telah mengenal matematika dalam kemampuan menghitung, menulis bilangan, penjumlaha, pengurangan, perkalian. Menjelang tahun 2000 SM Bangsa Sumer ditaklukan oleh orang Semit dibawah dinasti Hammurabi.Pada dinasti ini Babylonia mengalami perkembangan kebudayaan yang pesat. Banyak sekolah yang didirikan untuk pemuka agama. Matematika dan geometri menjadi pengetahuan yang berguna bagi bangsa Babylonia.Dengan memperhatikan pergantian musim yang dikaitkan dengan masa bercocok tanam, membagi waktu dalam satuan hari, dan melakukan pengamatan bentuk bulan, bangsa Babylonia telah berhasil mengenal waktu dan menetapkan bahwa 1 tahun terdiri atas 365 hari.Para pemuka agama melakukan pengamatan terhadap angkasa dan bintang-bintang. Mereka memberi nama pada kelompok bintang itu dengan Pisces, Virgi, Scorpio, Aries, dan lain-lain, yang sekarang lebih dikenal dengan zodiac. Selain pengetahuan tentang bintang, di bidang kedokteran juga telah dikenal pada tahun 2350 SM.Meskipun sudah ada dokter dari Babylonia Selatan. Selain menggnakan obat, pengobatan yang dilakukan masih menggunakan mantera, dikarenakan, bangsa Babylonia masih menganggap bahwa penyakit itu dibawa oleh roh. Hal ini diketahui dari buku kedokteran yang memuat resep dan mantera-mantera.Dalam bidang ekonomipun bangsa Babylonia telah mengenal perdagangan dan cara pinjam-meminjam uang untuk mengangkat perdagangan dari barter. Adanya ahli kerajinan tangan untuk membuat sepatu, menyamak kulit, memotong batu, mengukir gading dan lainnya, pekerjaan menjadi semakin terdiferenslasi.MesirMesir pada zaman purba lebih maju dibandingkan dengan Babylonia. Dalam transportasi, Mesir berhasil menemukan kereta beroda dan perahu layar. Mereka juga telah mengenal timbangan dan alat tenun yang digunakan untuk menenun. Pada tahun 2500 SM, Mesir telah membangun pyramid yang sisi-sisinya menghadap ke arah mata angin. Matematika telah digunakan untuk menghitung sudut elevasi piramida.Di bidang kedokteran, beberapa papyrus ditemukan di Mesir. Papyrus Ebers memuat keterangan tentang denyut nadi pada bagian badan, mekanisme pernafasan, dan lain-lain. Selain menggunakan obat-obatan, juga menggunakan mantera. Dalam papyrus ini juga ditulis cara mengawetkan makanan dengan garam, cuka, dan lain-lain. Dokter pertama kali bernama Imhotep dianggap sebagai dewa pengobatan pada tahun 3000 SM. Didalam suatu makam di Mesir terdapat pula gambar operasi dan pembedahan dan  pada tahun 2500 SM. Tapi adalam penyakit jiwa, yang mengobatinya para ahli pengusir roh jahat.Dalam pengolahan logam, Mesir telah lama mengetahui cara pemurnian emas dan pengolahan besi serta bijih logam lainnya. Emas, Mesir, perak dan tembaga di tahun 3000 SM. Perunggu dipergunakan pada tahun 25000 SM, sedangkan timbale masih ditemukan pada tahun itu. Raksa dikenal tahun tahun 1500 SM. Tambang emas terletak disebelah timur sungai Nil, didaerah yang disebut Nubia. Mereka telah menggunakan alat yang berupa roda berputar pada sumbu tegak untuk memberi bentuk kepada tanah liat yang digunakan.
2. Perkembangan Pengetahuan di Indiatidak banyak yang diketahui orang tentang kebudayaan di lembah sungai Indus pada tahun 2000 SM. Agama Budha merupakan factor penunjang perkembangan pengetahuan di India, karena filsafat Budha didasarkan pada cinta kasih dan pengetahuan yang telah dikenal adalah astronomi, matematika, kedokteran, trigonometri serta lambang-lambang bilangan, berhitung dengan angka yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Kedokteran dikenal di India beberapa ratus tahun sebelum masehi. Tulisan tentang kedokteran memuat beberapa cara pengobatan yang bebas dari pengaruh mistik. Menurut teori kedokteran pada zaman kuno, tubuh manusia terdiri atas lima unsur alami, yaitu : tanah, air, api, angin, dan ruang kosong.
3. Perkembangan Pengetahuan di CinaPerkembangan pengetahuan di Cina dapat dilakukan dari penemuan arkeologi, yaitu pada masa Dinasti Shang (1523-1028 SM) dan dinasti Chon (1027-256 SM) orang telah mengenal tulisan, perbuatan keramik, kendaraan beroda, cara bertanam padi, pembuatan sutera alam dan pembuatan alat-alat dari perunggu.Pada dinasti Shang dan Chon teknologi di Cina mencapai kemampuan besar. Dalam bidang kedokteran di Cina yang telah mengenal bentuk pengobatan dengan menggunakan tusuk jarum (acupuncture).Dalam sebuah buku kuno tahun 1200 SM, disebutkan bahwa benda berasal dari dua macam kekuatan, yaitu Yin membawa ciri buruk, dan Yang membawa cirri baik. Dalam buku lain yang ditulis tahun 2200 SM, disebutkan adanya lima unsur yang membentuk benda, yaitu air, api, kayu, logam, dan tanah.

B. ZAMAN YUNANI ( 7 - 6 SM) Zaman Yunani dipandang sebagai masa kelahiran pemikiran yang kritis reflektif manusia. Pada masa itu tidak lagi mempercayai dongeng atau mitos. Akal manusia tidak puas dengan keterangan dari dongeng atau mitos karena tidak dapat dibuktikan dengan akal. Oleh karena itu para pemikir pertama adalah orang-orang yang mulai meragukan mitos. Pada hakekatnya kelahiran cara berpikir kritis di Yunani merupakan suatu revolusi besar.Bangsa Yunani menumbukan sikap menyelidiki sesuatu secara kritis. Mereka tidak dapat menerima pengalaman-pengalaman secara pasif-reseptife, karena bangsa Yunani memiliki an inquiring attitude, an inquiring mind. Sikap seperti inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern dan munulnya ahli-ahli pikir terkenal sepanjang masa.Pada zaman tersebut, filsafat meliputi semua pengetahuan manusia, antara lain, ilmu fisika, ilmu ilmu sosial, ilmu hukum, dan ilmu-ilmu lain yang biasa kita sebut sebagai ilmu pasti. Oleh karena itu filsafat sering dinyatakan sebagai induk pengetahuan (mater scientiarum).
 C. ZAMAN PERTENGAHAN (6 - 15 SM)Zaman pertengahan merupakan suatu kurun waktu yang ada hubungannya dengan sejarah bangsa-bangsa di benua Eropa. Zaman pertengahan (middle Age) ditandai dengan pengaruh yang cukup besar dari agama katolik terhadap kekaisaran dan perkembangan kebudayaan pada saat itu.Sejak jatuhnya kekaisaran Romawi Barat hingga kira-kira abad ke-10, di Eropa tidak ada kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan yang spektakuler yang dapat dikemukakan. Menjelang berakhirnya abad tengah, ada beberapa kemajuan yang tampak dalam masyarakat yang berupa penemuan-penemuan. Antara lain pembaharuan penggunaan bajak yang dapat mengurangi penggunaan energi petani. Kincir air mulai digunakan untuk mnggilinh jagung.Pada abad ke-13 ada pula kemajuan dan pembaharuan dalam bidang perkapalan dan navigasi pelayaran. Kemajuan lain yang penting pada masa akhir abad tengah adalah keterampilan dalam pembuatan kertas. Keterampilan itu berasal dari Cina dan dibawa oleh orang islam ke Spanyol. Disamping itu orang juga telah mengenal percetakan dan pembuatan bahan peledak.Berbeda dengan keadaan di Eropa yang mengalami abad kegelapan, di dunia islam justru mengalami masa keemasan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Peradaban dunia islam terutama pada zaman Bani Umayah telah menmukan suatu cara pengamatan. Astronomi pada zaman 7 Masehi 8 abad sebelum abad Gelileo Galilei dan Corpenicus melakukannya menurut Slamet Imam Santoso (1997: 64).Islam dapat diklasifikasikan dalam tiga hal yaitu.1.      Menerjemahkan dan menyebarluaskan peninggalan Bangsa Yunani, sehingga pengetahuan ini menjadi dasar perkembangan dan pemajuan budaya barat.2.      Memperluas pengamatan dalam ilmu pengetahuan obat-obatan astronomi ilmu kimia, ilmu bumi, dan ilmu tumbuhan.3.      Menegaskan sistem desimal dan dasar-dasar aljabar. Muhammad Ahmad Alkawarismi menyusun buku aljabar pada tahun 825 M, yang menjadi buku standar beberapa abad lamanya di Eropa.Umar Kayam (1043-1132) sekarang penyair sekaligus ahli perbintangan dan ahli metematika menemukan pemecahan persamaan pangkat tiga. Jabir Ibu Hayan (720-800) banyak mengadakan eksperimen, antara lain tentang kristalasi melarutkan, subliman dan reduksi.Dalam bidang kedokteran muncul nama-nama terkenal seperti Abu Bakar Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi, dinegara Barat dikenal dengan sebutan Razes (850-923) dan Ibn Sina atau A Vicenna (980-1037 M).Tokoh lain dalam bidang geografi adalah Al-Idrisi (1100-1166 M). Dalam khasanah ilmu pengetahuan sosial, di dunia islam terdapat nama Ibn Khaldun (1332-1406) yang memiliki nama lengkap Abu Zaid Abadal – Rahman Ibn Muhammad Ibn Khaldun al-Hadrami, ia sering dianggap sebagai perintis ilmu sosial dan peletak dasar sosiologi.Dalam pandangan Ibn Khaldun, gejala sosial mengikuti pola dan hokum tertentu dan dengan sendirinya akan menghasilkan akibat-akibat tertentu pula. Sebagai peletak dasar sosiologi, Ibn Khaldun mempergunakan banyak metode dan teori untuk menjelaskan faktor yang ada dalam masyarakat. Pada zaman keemasan ilmu pengetahuan, bangsa Arab menjadi pemimpin dalam berbagai bidang ilmu.

D. ZAMAN RENAISSANCE (14 - 17 SM) Setelah mengalami abad-abad kegelapan di Eropa, timbul kembali kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan maupun filsafat yaitu pada permulaan abad ke-14 M, Zaman Renaissance. Kata Renaissance berarti kelahiran kembali secara historis. Renaissance adalah suatu gerakan yang meliputi suatu zaman ketika orang merasa telah dilahirkan kembali dalam keadaban. Zaman Renaissance sering dianggap sebagai zaman peralihan ketika kebudayaan abad Tengah mulai berubah menjadi zaman modern.Menurut Slamet Imam Santoso (1977 : 65) perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Renaissance mempunyai tiga sumber.1. Adanya hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung  Liberia dengan Negara-negara Perancis.2. Perang salib (1100-1300) yang terulang sebanyak enam kali tidak hanya menjadi ajang peperangan fisik.3. Pada tahun 1453 Istambul jatuh ketangan Bnagsa Turki, sehingga para pendeta / sarjana mengungsi ke Italia  atau Negara-negara lain.
Kebangkitan ilmu pengetahuan pada zaman Ranaissance ditandai oleh timbulnya pemikiran dari tokoh-tokoh yang tereknal pada masa itu, seperti :1 Nicolas Brahe (1473-1543) mengemukakan pendapat yang berlawanan dengan pendapat umum pada masa itu yang berasal dari Aristoteles dan Ptolomeus serta ajaran katolik Romawi yang menganggap bahwa bumi sebagai pusat alam semsta (geosentrisme).2. Tycho Brahe (1546-1601), ia berpendapat bahwa planet-planet bergerak mengelilingi bumi, jadi merupakan pusat sistematik pergerakan benda-benda angkasa.3. Johannes Kepler (1571-1630), ia menemukan tiga buah hukum yang melengkapi penyelidikan Brahe sebelumnya.a. Gerak benda angkasa ternyata bukan bergerak mengikuti lintasan lingkaran seperti yang dikemukakan oleh Copernicus. Namun gerak itu mengikuti lintasan elips dan matahari berkedudukan pada salah satu fokus elipas tersebut.b. Dalam waktu yang sama, garis penghubung antara planet dan matahari selalu melintasi bidang yang luasnya sama.c. Dalam perhitungan metematik terbukti bahwa bila jarak rata-rata dua planet A dan B dengan matahari adalah X dan Y, sedangkan waktu untuk melintasi orbit masing-masing adalah P dan Q, maka P² : Q² = x³ : Y³4. Galileo Galilei (1546-1642), adalah penemu terbesar di bidang ilmu pengetahuan, dengan Newton sebagai satu-satunya kekecualian. Galileo membuat sebuah teleskop untuk mengamati peristiwa penting astronomi dan menemukan bahwa bintang Bimasakti terdiri dari banyak bilangan yang masing-masing berdiri sendiri. Ia juga menemukan bahwa permukaan bulan sama sekali tidak datar, melainkan penuh dengan gunung-gunung sehingga tidak datar.Pokok-pokok penemuan Galileo Galilei :a.       benda yang jatuh bersamaan akan memerlukan waktu yang bersamaan pula untuk sampai di tanah.b.      Semua lintasan benda jatuh berbentuk lurus.c.       Baik benda yang jatuh tegak lurus maupun benda yang jatuhnya mengikuti bidang miring, masing-masing mencapai tanah pada waktu yang sama.d.      Berdasarkan idealisasi, maka hasil percobaan dapat dihitung terlebih dahulu, dengan kata lain terjadi peramalan.e.       Ramalan itu diperiksa dengan percobaan berulang kali. Dan hasilnya dihitung secara rata-rata.f.        Jika ramalan dan hasil percobaan ada kesesuaian yang meyakinkan, maka teori itu dapat diterima.Langkah-langkah yang diambil oleh Galileo Galilei ini menanamkan pengaruh yang kuat bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern, karena menunjukkan beberapa hal, seperti : pengamatan (observation), penyingkiran (elimination).
 E. ZAMAN MODERN (17 - 19 SM)Percepatan kemajuan ilmu pengetahuan sangat terasa pada abad ke-17 dan sesudahnya di Eropa. Pada masa ini muncul pemikiran baru terhadap masalah-masalah manusia, seperti rasionalisme dan empirisme.Aliran rasionalisme berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). Hanya pengetahuan dari akal-lah yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan yang perlu mutlak. Akal dapat menurunkan kebenaran daripada dirinya sendiri. Metode yang diterapkan adalah induksi.Pada zaman modern, teknologi mendapat arti baru sebagai applied science (ilmu terapan). Penemuan mesin uap oleh James Watt dan penerapannya oleh Stephnson, mendorong tercetusnya Revolusi di Inggris pada awalabad ke-18. dari pertengahan abad ke-19 sampai pertengahan abad ke-20 terjadi susul-menyusul penemuan-enemuan ilmiah yang penerapannya dalam tekhnologi seolah-olah mengubah cara hidup manusia.Rene Descartes atau Cartesius (1596-1650) merupakan tokoh yang mendewakan rasio dan terkenal sebagai Bapak Filsafat Modern. Ia merupakan seorang ahli ilmu pasti. Penemuannya adalah “sistem koordinat yang terdiri dari dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar”. Dalam bidang filsafat, Descartes mewariskan suatu metode yang kemudian hari menjadi landasan berfikir dalam ilmu pengetahuan modern.Thomas Hobbes (1588-1679), seorang tokoh dari Inggris yang mengikuti aliran empiris. Ajaran tentang Negara yang mendahuluinya. Menurut Hobbes semua manusia memiliki tabiat yang sama. manusia ingin mempertahankan kebebasannya dan menguasai orang lain, hal ini disebabkan kerena naluri. Pada dasarnya dmanusia cenderung untuk mempertahankan dirinya sendiri.
 F. ZAMAN KONTEMPORER (20 -sekarang)Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman kontemporer berkembang dengan sangat cepat. Masing-masing ilmu mengembangkan disiplin keilmuan dan berbagai macam penemuan. Penemuan dan penciptaan terjadi silih berganti dan makin sering. Informasi ilmiah di produksi dengan cepat, melipat dua setiap tahun, bahkan dalam disi[plin-disiplin tertentu seperti genetika tiap dua tahun (Jackob, 1993 : 19).Perkembangan tekhnologi ditandai dengan makin luasnya penggunaan tekhnologi modern dalam kehidupan sehari-hari, dan makin lama mencapai skala masal. Penetrasi tekhnologi dalam modern sedemikian jauhnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa manusia modern hidup dalam alam yang baru.Perkembangan ilmu semakin cepat pada masa sekarang, dimungkinkan karena adanya metode ilmiah dan komunikasi ilmiah antar ilmuan. Dengan metode inilah, berbagai percobaan ilmiah yangpada akhirnya akan didapatkan penemuan lain atau penemuan baru yang lebih sempurna.


DAFTAR PUSTAKA
-   Barret, William. 1962. Irrational Man. New York : Doubleday.-   Bartens, K.1991. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta : Kanisius.-   Brouwer, M.A.W. 1982. Latar Belakang Pemikiran Barat. Bandung : Penerbit Alumni.-   Bury, J.B. 1963, Sejarah Kemerdekaan Berfikir. Terj.I.M Sitorus. Jakarta.-   Dahler, Franz dan Julius Chandra. 1991. Asal dan Tujuan Manusia. Yogyakarta : Kanisius.-   Hadiwijoyo, Harun.1992. Sari Sejarah Filsafat Barat 1. Yogyakarta : Kanisius.-   Harahap, F. K. N. 1978. Tokoh-tokoh Dunia Dalam Lapangan Berpikir. Bandung : PT. Karya Nusantara.-   Hatta, Moh. Alam Pikiran Yunani. Jakarta : Tintamas.-   Hawking, Stephen. 1994. Riwayat Sang Kala. Terj. A. Hadyana Pudjaatmaka. Jakarta : Pusat Utama Grafiti.-   Jacob, Fred. 1997. Organization Behaviour. Tokyo : Mc Graw Hill & Kokagusha.-   Poedjawijatna. I.R. 1994. Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat. Jakarta : Rineka Cipta.-   Poedjiadi, Anna. 1987. Sejarah dan Filsafat Sains. Jakarta : P2LPTK.-   Van Peursen, C. A. 1993. Srategi Kebudaayan. Terj. Dick Hartoko. Yogyakarta : Kanisius.

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)