Thursday, July 14, 2011

Telaah Aspek Semantik dan Verbal

A. ASPEK SEMANTIKHubungan Sintagmatik1) Urutan PeristiwaMicki dipilih menjadi ketua kelas lagi. Bertha tidak suka dengan Micki. Tania bersiap akan pergi. Tania ngedumel karena mulai gendut. Bertha iri dengan Tania, kakaknya, yang sempurna. Bel pintu berbunyi, seorang cowok datang menjemput Tania. Bertha teringat sebulan yang lalu. 7.1  Tania jadian dengan Feri, kakak Micki.7.2  Bertha tidak setuju Tania jadian sama Feri7.3  Feri selalu mengingatkan Bertha pada MickiBertha tetap tidak suka Tania jatuh cinta dengan Feri Feri berasal dari keluarga yang sederhana. Bertha kembali pada dua bulan lalu kenapa ia begitu membenci Feri. 10.1    Sepulang les bahasa Jepang Micki mencegat Bertha.10.2    Micki menemukan dan membaca kertas curahan hati Bertha yang terjatuh.10.3    Micki marah besar kepada Bertha.10.4    Bertha mnyesal.

2) Fungsi-fungsi utamaBertha menyukai Micki, Micki juga menyukainya namun tidak saling jujur. Micki marah dengan tulisan yang ditulis Bertha dikertas. Bertha menyesal menulis itu. Tania kakaknya, jatuh cinta kepada Feri, kakak Micki tanpa memandang status. Bertha tidak setuju Tania jadian dengan Feri. Bertha ingin Tania mendapatkan yang lebih dari Feri. Tania terus ngotot jadian dengan Feri. Bertha benci Feri karena mengingatkannya pada Micki.
3) KesimpulanDalam daftar sekuen fungsi utama, cerita ini berlandaskan tentang penyesalan seorang Bertha atas kemunafikan yang membuat dirinya dibenci oleh orang yang dicintainya, Micki. Kemarahan atas sikapnya ia luapkan dengan ketidaksetujuan hubungan Tania dengan Feri yang merupakan kakak Micki. Setiap melihat Feri, Bertha merasa benci dan menyesal atas sikapnya yang sok dan pilih-pilih cowok.Namun Tania bersikeras mempertahankan Feri, karena menurut Tania, Feri adalah lelaki bijaksana dan penyabar. Melihat Tania bahagia dengan Feri, Bertha merasa semakin menyesali perbuatan bodohnya itu. Akhirnya, Bertha harus merelakan Micki membencinya kerena ulahnya sendiri.
Hubungan Paradigmatik1)      Indeks 1. Suasana kebencianKebencian sangat mendominasi watak tokoh utama, Bertha. Kebencian ini berasal dari rasa muafiknya kepada Micki. Bertha merasa sombong dicintai Micki. Padahal Bertha juga mencintai Micki. Namun saat Micki membaca kertas curhatan Bertha yang jatuh saat pulang les, Micki merasa dihina dan direndahkan harga dirinya. Karena itu, Micki membenci Bertha. Kebencian Micki yang amat sangat membuat Bertha terperosok kedalam lubang penyesalan terdalam. Dan hingga akhir cerita, Bertha tak bisa lepas dari rasa penyesalan.
Bertha kaku ditempatnya. Micki melempar kertas itu ke mukanya! Lalu pergi dengan kebencian yang sangat. Bertha memungut kertas itu. Membacanya lagi tulisannya sendiri. ‘Micki suka sama gue? Cihuuy…gue juga suka sama Micki sejak dulu! Eh tapi…gue denger dari temen-temen yang lain, katanya Micki anak orang miskin. Bener ya?? Yaaa…, masa gue pacaran sama cowok miskin? Dapet apa gue? Males bangetdong, pacaran sama anak miskin… lagian berani-beraninya Micki naksir gue. Nggak ngaca, apa?’
2. Suasana kemelutSuasana kemelut mendominasi batin tokoh utama Bertha. Kemelut yang ia hadapi berasal dari pergulatan batin dirinya sendiri atas perbuatannya. Bertha tidak dapat keluar dari kemelut karena ia selalu mengingat Micki ketika ia berpapasan dengan Feri, pacar Tania.Bertha gerah melihat mereka! Tiap Tania menyebutnyebut nama Feri, Bertha keki berat. Sungguh ia amat sebel dengan sosok Feri! Tiap kali Feri datang bertandang, ia jadi teringat pada Micki dan itu sangat membuatnya mual!
3. KesetiaanDalam cerita pendek ini, tokoh utama Bertha tidak mengerti terhadap kesetiaan Tania kepada Feri yang menurutnya terlalu sederhana bagi seorang Tania yang sempurna. Menurut Bertha, Tania pantas mendapatkan yang lebih pintar, lebih kaya dan lebih segalanya dibanding Feri.“Tapi Feri baik banget! Setianya luar biasa… dia memang gak bisa ngasih gue apa-apa, tapi sebenarnya ada banyak yang bisa gue dapet darinya. Bagaimana dia bisa menularkan kedewasaan, kesabaran dan sikap bijaknya ke gue. Gue banyak belajar dari Feri. Itu belum tentu bisa gue dapatkan dari cowok lain, Ber!”
2. Informan1. Keterangan Waktu“Sebulan yang lalu Tania datang membawa kabar mengejutkan…”“Kemarin dia nembak gue.”“Dua bulan yang lalu…”2. Keterangan TempatRumah ; bel rumah berbunyi
B. ASPEK VERBALa. Kategori Modus1. Gaya Langsung- Gaya untuk melukiskan percakapan antara Bertha dan Maya.“Micki kepilih lagi jadi ketua kelas.”“Gue nggak suka sama Micki”“Kenapa?”“Kenapa? Lo punya dendam pribadi? Yyya…, jangan-jangan lo pernah ditolak sama dia. Hahaa!”“Sialan!”“Cinta tak terbatas apa pun, dia datang kepada siapa pun… dan seringkali tak pilih-pilih,”“Jadi lo sebel sama Micki karena kakaknya pacaran sama kakak lo? Jangan-jangan sebenarnya lo naksir Feri?”
- Percakapan antara Bertha dan Tania “Hah gue muali gendut!”“Harusnya kemarin gue nggak menghabiskan seporsi sirloin! Uhhh, kayaknya gue juga harus memberikan sisa cokelat gue buat lo, Ber!”“Gue jadian sama Feri!”“Lo tahu Feri, kakaknya Micki kan, Ber? Udah lama dia suka ma gue… kemarin dia nembak gue. Uhhh, gue seneng bangeet!!” “Tapi Feri baik banget! Setianya luar biasa… dia memang nggak bisa ngasih gue apa-apa, tapi sebenarnya ada banyak yang bisa gue dapet darinya. Bagaimana dia bisa menularkan kedewasaan, kesabaran dan sikap bijaknya ke gue… gue banyak belajar dari Feri. Itu belum tentu bisa gue dapatkan dari cowok lain, Ber!”
-   Percakapan antara Bertha dan Micki“Maksud lo apa?”“Lo memang cantik dan anak orang kaya! Tapi ingat, yang kaya itu orang tua lo! Bukan lo! Jadi jangan sombong! Satu lagi…, ya betul gue suka sama lo. Tapi itu kemarin…! Setelah tahu isi otak lo cetek kayak gini...,”“Gue nyesel suka sama lo. Tapi gue beruntung gue belum pernah nemabk lo, dan semoga nggak akan pernah!”
2. Gaya Tak LangsungSebagian besar gaya yang digunakan dalam cerpen ini, ialah gaya tak langsung. Pengarang menceritakan dengan gamblang apa yang terjadi dan apa yang dirasakan dengan gaya penceritaan tak langsung. Sedikit dialog yang diberikan dalam cerpen ini. Mungkin bagi pengarang karena cerpen ini lebih bagus menggunakan gaya penceritaan tak langsung.
3. Gaya ujaran yang diceritakanPeristiwa dalam cerpen ini sebagian besar ‘diceritakan’ oleh pengarang. Seolah-olah pengarang adalah orang lain yang tahu seluruh peristiwa yang sudah terjadi dan yang akan terjadi dalam cerita.Micki mengacungkan selembar kertas kemuka Bertha. Seketika wwajah Bertha pias,. Merah, biru, hijau…pucat! Itu kertas corat-coretnya, berisi curahan hatinya. Tapi kenapa bisa sampai ditangan Micki, padahal rasanya sudah ia selipkan di bukunya. Pasti ada yang jahil!

b. Kategori WaktuWaktu cerita lebih panjang daripada waktu penceritaan. Restropeksi dapat menjadi pilihan dalam pengungkapan cerita. Retrospeksi adalah kejadian yang ingat masa lalu atau menengok waktu kebelakang.Retrospeksi pertama terjadi ketika Bertha mengingat saat pertama kali Tania bercerita bahwa ia jadian dengan Feri. Padahal Bertha berharap bahwa kakaknya itu tidak memilih Feri.Kedua, retrospeksi terjadi ketika Bertha dan Maya berbicara mengenai cinta. Bertha teringat akan jawaban Tania saat ia bertanya mengapa ia lebih memilih Feri dibanding lelaki lain.Retrospeksi ketiga, saat Bertha mengingat awal mula Micki membencinya. Akibat kemunafikan Bertha karena tak mau mengakui ia jatuh cinta juga kepada Micki, ia menulis curahan hatinya diselembar kertas. Karena kejahilan seseorang, kertas itu sudah berada ditangan Micki. Micki membaca tlisan tersebut dan membenci Bertha.
c. Kategori PandanganTokoh Bertha dipandang tokoh lain, Tania, Micki dan Maya. Tokoh Bertha yang munafik. Tidak mau mengakui bahwa ia juga menyukai Micki. Bertha lebih mementingkan derajat kekayaan dibandingkan perasaannya.Tokoh Tania memandang cinta dengan setulus hati. Ia tak mementingkan harkat dan martabat seseorang. Yang ia pentingkan hanyalah sikap seseorang kepadanya.

3. KESIMPULANCerpen ‘Otak Lo Cetek’ memberikan gambaran terhadap kita bahwa cinta tak bisa dilihat hanya melalui harta, tetapi melalui perasaan. Tokoh Bertha tak ingin berterus terang dengan perasaannya terhadap Micki. Bertha hanya memikirkan status social Micki yang tak se-kaya dirinya.Namun Tania dan Maya tak sependapat dengan Bertha. Tania lebih memilih Feri daripada cowok lain. Menurutnya, Feri bisa memberikan sikap baik yang tak ia dapatkan dari cowok lain.Penyesalan tokoh Bertha menjadi akhir cerita yang sangat dramatis. Pengarang sengaja menyelesaikan ceritanya saat Bertha merasa menyesal. Sehingga para pembaca dibiarkan merasakan penyesalan Bertha yang teramat sangat.

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)