Friday, August 19, 2011

30 Days Of Fasting

Teman, sebenarnya aku sudah berniat membuat postingan ini pada hari pertama puasa, namun karena waktu yang belum ada dan informasi yang belum lengkap, jadinya sekaranglah aku bisa mempostingnya setelah mendapat sumber.
Bagi umat muslim, bulan yang paling mulia, paling berkah, paling indah, adalah bulan Ramadhan. Karena apa?
Karena setiap apa yang kita kerjakan, entah baik atau buruk, pakan dilipat gandakan oleh Allah S.W.T
Jika kalian membuat kejahatan, ya, balasannya akan menyakitkan.
Akan tetapi jika di bulan yang suci ini kalian berbuat kebajikan, yakinlah, Allah akan melipat gandakan pahala kalian.

Setiap hari selama bulan Ramadhan, tepatnya 30 hari amadhan, umat muslim diberikan ganjaran yang besar dan menguntungkan, apabila melaksanakan ibadah di bulan tersebut.
Setiap hari pahala yang kita dapat berdeba-beda. Namun semuanya menguntungkan, tidak ada sekecil apapun yang akan merugikan kita.
Nah, untuk memacu semangat kita dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, ada baiknya kita ketahui dulu apa yang akan kita dapat di setiap harinya :


Malam ke-1 : Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

Malam ke-2 : ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

Malam ke-3 : seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat”.

Malam ke-4 : dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).

Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

Malam ke-6 : Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Malam ke-7 : seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.

Malam ke-8 :  Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin a.s.

Malam ke-9 : seolah-olah ia beribadat kepada Allag Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi SAW.

Malam ke-10 :  Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.

Malam ke-11 : ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

Malam ke-12 : ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Malam ke-13 : ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

Malam ke-14 : para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Malam ke-15 : ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

Malam ke-16 : Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

Malam ke-17 : ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
 
Malam ke-18 : seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”

Malam ke-19 : Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.

Malam ke-20 : Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

Malam ke-21 : Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

Malam ke-22 : ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

Malam ke-23 : Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.

Malam ke-24 : ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

Malam ke-25 : Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.

Malam ke-26 : Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

Malam ke-27 : ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

Malam ke-28 : Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.

Malam ke-29 : Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

Malam ke-30 : Allah berfirman:”Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari iar Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku” (HR Majalis).
Namun jika sudah bukan bulan Ramadhan, kita harus tetap wajib melaksanakan ibadah seperti saat kita beribadah dibulan Ramadhan.
Oke?
Jangan mentang-mentang bulan Ramadhan banyak keuntungan, jadi giat ibadahnya hanya dibulan ini.
Sedangkan di bulan biasa, ibadah kita malah lobong-lobong bolong-bolong.
Kan gak etis juga! ^.^

So, selamat mengumpulkan pahala ya sobat?
http://www.blogsas.com

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)