Monday, December 26, 2011

Menulis Karya Ilmiah : Artikel Populer


MAKAM  PROKLAMATOR  BARU, PENGUNJUNG MENYERBU
*Novi Fransiska


                                                                                         
S
oekarno, lebih populer dikenal dengan sebutan Bung Karno, Bapak Proklamator Indonesia, serta Presiden Republik Indonesia yang pertama. Bung Karno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman dan Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo. Semasa hidupnya, Bung Karno memiliki tiga istri dengan delapan anak.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya Ir. Soekarno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.  Hasil  sidang PPKI, 18 Agustus 1945, Ir. Soekarno terpilih menjadi presiden Republik Indonesia yang pertama. Beliau meninggal pada 21 Juni 1970, dan di makamkan di Blitar, karena hidupnya banyak dihabiskan di kota Blitar. Pemerintah menganugerahkan julukan ‘Pahlawan Proklamasi’ kepada beliau untuk mengenang perjuangannya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Renovasi Makam
Bung Karno dimakamkan di Blitar, diantara pusaran kedua orangtuanya, yang terletak di kelurahan Bendogerit, kecamatan Sanan Wetan, kota Blitar, Jawa Timur. Setelah delapan tahun meninggalnya Bung Karno, pemerintah kota Blitar membuat area makam khusus untuk Pahlawan Reformasi dan kedua orangtuanya. Pada masa orde baru, makam tersebut tertutup kaca, membatasi peziarah yang ingin melihat langsung makam Sang Proklamator. Tahun 2001, ketika Ibu Megawati menjadi wakil peresiden, dinding kaca tersebut dibongkar, sehingga makam Bung Karno dan kedua orangtuanyapun dapat dilihat peziarah lebih dekat. Bahkan peziarah dapat menyentuh batu pualam hitam Presiden pertama Indonesia tersebut.
Tahun 2003, makam Bung Karno mendapatkan perenovasian dari pemerintah. Setelah direnovasi, peziarah tak hanya bisa melihat, menyentuh, dan menabur bunga di atas makam pahlawan dan orangtuanya, tapi peziarah juga disuguhkan bangunan penyimpan sejarah yang melengkapi kompleks wisata makam yang kini memiliki luas 1,8 hektar.

Kompleks Wisata Makam
Pada area luar makam, berjejer kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Blitar. Dari mulai asbak, sandal, tas, kaos, gantungan kunci, hingga makanan, tersedia disepanjang jalan area luar makam, sejak tempat parkir, hingga pintu keluar makam. Tempat parkir disediakan secara khusus yang terletak tak jauh dari makam. Peziarah harus berjalan untuk menuju makam. Namun jika tidak ingin kelelahan, sudah tersedia becak yang siap mengantarkan peziarah menuju pintu masuk makam.
Untuk memasukki wilayah kompleks wisata Makam Bung Karno, peziarah melalui gerbang besar yang diapit dua gapura seperti candi. Setelah masuk beberapa meter, disebelah kiri terdapat gapura kecil yang menghubungkan ke area makam Sang Proklamator. Makam Bung Karno dan kedua orangtuanya diletakkan di dalam cungkup yang berbentuk joglo, rumah tradisional Jawa. Cungkup yang hanya disangga empat tiang disetiap sudutnya ini terlihat Njawani dengan ukiran kayu jati di atapnya. Cungkup ini dinamakan ‘Astono Mulyo’, yang berarti Istana Mulia.
Pusara Bung Karno berada di tengah yang diapit oleh pusara orangtuanya. Di atas pusara Bung Karno terdapa batu pualam hitam yang besar. pada batu itu bertuliskan “Di sini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.”. Juga terdapat bendera Indonesia disampingnya.
Sebelum di renovasi, hanya ada ketiga pusara tersebut, namun setelah direnovasi, kini terdapat bangunan perpustakaan dan museum. Sebelum menuju perpustakaan, peziarah melewati jalan yang disamping terdapat ukiran dari besi yang menggambarkan perjuangan Bung Karno saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. di tengah jalan terdapat kolam panjang dengan sisinya diberi tiang tanpa atap.
Di ujung kolam, terdapat patung besar Bung Karno yang sedang duduk sambil membaca buku dengan kaki menyilang. Perpustakaan dibagi dalam beberapa bagian. Pada gedung A lantai satu diguakan untuk menyimpan koleksi Bung Karno yang berupa foto, lukisan, buku, dan barang pribadi beliau, bisa dibilang gedung ini adalah museum Bung Karno. Di lantai dua terdapat koleksi buku umum, tentang sastra, ilmu sosial, filsafat, majalah, dan lainnya. Sementara pada gedung  B menyimpan banyak  buku karangan penulis asing yang berbicara mengeni Indonesia. pada gedung C, menyimpan dan menikmati koleksi audio visual dan ruangan besar untuk keperluan rapat, seminar, dan lainnya.
Selain bangunan, terdapat juga area terbuka, dimana Gong Perdamaian Dunia diletakkan. Pada permukaan Gong, ditempelkan bendera dari seluruh dunia dan simbol kepercayaan di dunia. Tidak hanya di Blitar, Gong tersebut juga berada di Ambon.
Kompleks wisata Makam Bung Karno adalah salah satu dari banyak tempat wisata bersejarah di Indonesia yang menyuguhkan gambaran perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masa itu.
Dengan adanya tempat-tempat bersejarah, seperti kompleks Wisata Makam Bung Karno, diharapkan agar masyarakat bangsa Indonesia selalu mengingat perjuangan keras para pahlawan, dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

(*Pemerhati Objek Wisata)



No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)