Monday, December 26, 2011

Menulis Karya Ilmiah : Artikel Populer


Meredupnya Gerakan Mahasiswa



Langkah yang mendesak untuk dilakukan oleh gerakan mahasiswa adalah membangunkan kembali spirit dan tanggung jawab historis mahasiswa  untuk memperjuangkan kesejahteraan bangsa.
Mengingat dan mencoba memahami kembali makna dari misi reformasi yang yang telah diperjuangkan mahasiswa. Maka dapat dikatakan bahwa penyelewengan terhadap misi reformasi itu kini telah terjadi. Tuntutan pengadilan mendiang Presiden Soeharto sama sekali tidak digubris oleh pemerintah yang berkuasa. Pengesahan Undang-Undang BHP dapat dikatakan sebagai bentuk penghinaan terhadap mahasiswa. Amat mengecewakan, tidak ada sedikit pun bentuk penghargaan pemerintah terhadap jerih-payah mahasiswa yang telah memperjuangkan reformasi. Bukankah keadaan politik yang dinikmati oleh kalangan elit politik itu merupakan hasil perjuangan mahasiswa di tahun 1998.
Pentingnya membangunkan spirit dan tanggung jawab historis mahasiswa ini disebabkan belakangan ini gerakan mahasiswa semakin meredup. Redupnya gerakan mahasiswa disebabkan banyak faktor. Di antaranya yang mendasar adalah minimnya konsolidasi dan komunikasi antar gerakan mahasiswa. Untuk itu, perlu digalakkan komunikasi ide melalui berbagai saluran, seperti mimbar bebas yang mengundang berbagai mahasiswa, menerbitkan media milik semua organ mahasiswa, lokakarya, dan sebagainya. Tidak perlu ada polarisasi antara elemen ekstra dan intra seperti yang menjadi mitos selama ini. Keduanya harus sinergi untuk memperjuangkan misi bersama.
Apabila spirit dan tanggung jawab historis mahasiswa telah terbangunkan, maka gerakan mahasiswa kembali menjadi avant garde (ujung tombak) bagi perubahan dan perwujudan agenda-agenda mendasar bangsa ini. Gerakan mahasiswa hanya bisa menjadi avant garde seperti yang ia nikmati pada 1966 dan 1998, apabila gerakan mahasiswa benar-benar merefleksikan aspirasi rakyat yang murni dan bebas dari pengaruh kepentingan sempit elit politik.
Agaknya, menghidupkan kembali gerakan mahasiswa dalam sosoknya yang sejati semakin relevan dengan buruknya masa depan legislatif pasca pemilu 2009 ini. Sebab, kalau bukan mahasiswa yang bersuara lantang kepada penguasa, lalu siapa lagi?
Untuk menunjang hidup yang diidam-idamkan oleh seluruh elemen masyarakat baik kalangan bawah sampai menengah atas, harus membutuhkan perjuangan yang keras. Diantaranya dengan menghidupkan kembali sosok yang selama ini menjadi pembela rakyat kecil. Dengan adanya persatuan oleh kalangan mahasiswa adalah merupakan sebagian jalan untuk menuju ke sana.
Perkembangan dan keseimbangan bangsa ada pada tanggung jawab mahasiswa yang selama ini merupakan kaum-kaum intelektual yang mempunyai karakter. Untuk itu, membangunkan kembali spirit legalitas gerakan mahasiswa terhadap suara masyarakat diperlukan untuk mempertahankan jati diri bangsa ini. Gerakan mahasiswa amat diperlukan untuk menjaga kearifan atau keseimbangan bangsa, jika mereka masih tertidur maka nusantara akan menjadi lautan penyelewengan para penguasa.
Mungkin setelah berefleksi kita dapat mengetahui status masyarakat kita sebagai warganegara Indonesia. Apakah mereka layak dikatakan warganegara Indonesia atau sebaliknya, mereka hanya sebagai rakyat yang menumpang di negara Indonesia ini. Sebab, banyak realita yang menimbulkan kontroversial di dalam tatanan masyarakat yang mengakibatkan termarjinalkannya rakyat miskin. Ini tidak dapat kita pungkiri dari cara-cara pemerintah memainkan peraturan-peraturan yang sama-sekali tidaklah berpihak kepada rakyat miskin
Dari sempitnya pemikiran kaum elit yang hanya mementingkan kekuasaan dan kedudukan tinggi juga merupakan bukti bahwa ketidakadilan sistem yang akan mengubah kepentingan bersama menjadi kepentingan kelompok kecil. Dengan dibuktikan oleh semangat yang semakin tinggi untuk membangkitkan gerakan mahasiswa, maka kita secara tidak langsung ikut membantu dan berperan dalam penegakan hukum-hukum yang selayaknya masih bisa dinikmati masyarakat secara luas.
Perubahan
Awal adanya reformasi bertujuan untuk melakukan perubahan. Aksi besar-besaran dari semua elemen gerakan mahasiswa yang ada di seluruh nusantara memaksa mendiang Presiden Suharto untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Perubahan seperti inikah yang kita inginkan, Yang justru melenceng jauh dari rencana. Maka inilah yang akan menjadi pijakan gerakan mahasiswa untuk membangkitkan kembali semangat menemukan jati diri sebenarnya. Di sinilah letak pentingnya sebuah gerakan dibangun, yakni untuk secara aktif dan partisipatif berperan serta dalam proses perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.
 Selain itu, sebuah gerakan yang dibangun juga akan meningkatkan daya kritis mahasiswa secara keseluruhan dalam melihat berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun internasional. Harapan orang tua yang menginginkan anaknya berpengetahuan luas juga dapat ditopang melalui adanya sosialisasi atau lewat tukar pikiran dan sinergi antara elemen gerakan mahasiswa.
 Tiada salahnya mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat. Karena pada saat ini rakyat dalam kondisi terpecah belah, tanpa adanya solidaritas, dan saling menghancurkan. Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi dasar negara tidak dijalankan secara konsekuen. Terlebih lagi Amandemen UUD 1945 yang hanya mengarahkan kepada kekuasaan dan pemerintahan tanpa adanya keadilan dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Jika mahasiswa bangkit dari kebekuan ini, maka mahasiswa yang selama ini menjadi penyeimbang bagsa akan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

-Miftahur Rohim, aktivis mahasiswa Universitas Negeri Semarang, 2111409004*

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)