Monday, December 26, 2011

Ilmu Budaya : Mitos dan Adat Jawa Seputar Kehamilan


Di Indonesia, terutama di pedesaan Jawa berlaku begitu banyak mitos (larangan) seputar kehamilan yang beredar di masyarakat. Semua hal yang berkaitan dengan keseharian si ibu ataupun si bayi dari segi makanan, keseharian, dan perilaku. Tradisi ini sangat kuat diterapkan oleh masyarakat. Beberapa mitos bahkan dipercaya sebagai amanat atau pesan dari nenek moyang yang jika tidak ditaati akan menimbulkan dampak atau karma yang tidak diinginkan.
Pada dasarnya mitos bila dinalar dengan akal sehat, diteliti dari segi medis, maupun dari segi aqidah banyak yang tidak berhubungan. Walaupun maksud dari nenek moyang adalah baik tetapi tidak semua dari nasehat atau pantangan kehamilan yang diberitahukan itu benar secara medis maupun ilmiah. Kebanyakan hanya berdasarkan mitos atau kepercayaan saja dari pada kenyataannya. Pada dasarnya tujuan dari orang-orang terdahulu menciptakan mitos bermacam-macam tentang kehamilan hanyalah supaya si ibu hamil maupun suaminya dapat menjaga kehamilan dengan baik. Tujuannya untuk menyiapkan kehamilan yang sehat, sehingga bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama yang berkaitan dengan kebiasaan, konsumsi bahan makanan, dan sebagainya.
Berikut adalah beberapa mitos adat istiadat Jawa yang berhubungan dengan kehamilan, yang dikelompokkan berdasarkan tradisi pra-kehamilan, tradisi masa kehamilan dan tradisi pasca kehamilan:
·         Tradisi pra-kehamilan (sebelum hamil)
1.      Agar segera hamil, sepasang suami istri disarankan untuk mengambil pancingan, yaitu mengambil bayi atau balita untuk diadopsi dan diasuh selayaknya anaknya sendiri.
Penjelasan:
Sebenarnya ini hanya sebatas sugesti saja agar wanita yang belum hamil tidak merasa terlalu cemas dan masih memiliki harapan untuk memiliki anak. Secara psikologis, saat menunggu kehamilan adalah saat dimana komunikasi suami istri sangat intensif, konsentrasi ikhtiar sangat difokuskan dan doa dikhusyukkan. Kehadiran anak pancingan justru dapat memecah konsentrasi tersebut dan membatasi kebebasan hubungan antara suami istri.
2.      Mintalah bedak (talek) sisa yang telah dipakai oleh bayi dan dioleskan ke perut wanita yang  belum diberi keturunan, mitosnya supaya cepat mendapat keturunan.
Penjelasan:
Secara medis-biologis, tidak ada faktor lain yang menjadikan janin tersebut kecuali bertemunya sel telur sang ibu dan sel sperma sang ayah. Jadi tidak ada hubungannya antara bedak yang dioleskan ke perut ibu bisa menentukan cepat dan tidaknya mendapat keturunan.

·         Tradisi masa kehamilan
1.      Ibu hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang. Sebab dipercaya bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu.
Penjelasan:
Tentu saja tidak demikian. Cacat janin disebabkan oleh kekurangan gizi pada bayi maupun ibu, penyakit keturunan dan pengaruh radiasi. Sedangkan gugurnya janin paling banyak disebabkan karena penyakit, gerakan berlebihan yang dilakukan oleh ibu (misal benturan) dan karena faktor psikologis (misalnya shock, stress, pingsan). Tapi yang perlu diingat membunuh atau menganiaya binatang adalah perbuatan yang tidak bisa dibenarkan.
2.      Membawa gunting kecil atau pisau atau benda tajam lainnya di kantung baju si ibu agar janin terhindar dari bahaya.
Penjelasan:
Hal ini justru lebih membahayakan apabila benda tajam itu melukai si ibu.
3.      Ibu hamil tidak boleh keluar malam, karena banyak roh jahat yang akan mengganggu janin.
Penjelasan:
Secara psikologis, ibu hamil mengalami sensitifitas mental yang labil, sehingga terkadang mudah takut oleh karena itu pada malam hari ibu hamil tidak dianjurkan bepergian. Secara medis-biologis, ibu hamil tidak dianjurkan keluar malam terlalu lama, apalagi sampai larut malam. Kondisi ibu dan janin bisa terancam karena udara malam kurang baik untuk kesehatan karena banyak pengendapan karbon dioksida (CO2).
4.      Ibu hamil dilarang melilitkan handuk di leher agar anak yang dikandungnya tak terlilit tali pusar.
Penjelasan:
Ini jelas tidak berhubungan karena tidak ada kaitannya antara handuk di leher dengan bayi yang ada di kandungan. Secara medis, hiperaktifitas gerakan bayi diduga dapat menyebabkan lilitan tali pusar pada bayi.
5.      Ibu hamil tidak boleh membenci terhadap seseorang secara berlebihan, karena nanti anaknya jadi mirip seperti orang yang dibenci tersebut.
Penjelasan:
Jelas ini bertujuan supaya si ibu yang sedang hamil dapat menjaga batinnya agar tidak membenci seseorang berlebihan.
6.      Ibu hamil tidak boleh makan pisang yang dempet, nanti anaknya jadi kembar siam.
Penjelasan:
Secara medis-biologis, lahirnya anak kembar siam tidak dipengaruhi oleh makan pisang dempet yang dimakan oleh ibu hamil. Kembar siam disebabkan karena adanya pembelahan dua sel janin yang tidak sempurna.
7.      “Amit-amit” adalah ungkapan yang harus diucapkan sebagai “dzikirnya” orang hamil ketika melihat peristiwa yang menjijikkan, mengerikan, mengecewakan dan sebagainya dengan harapan janin terhindar dari kejadian tersebut.
Penjelasan:
Secara psikologis, perilaku tersebut justru dapat berujung pada ketakutan yang tidak bermanfaat.
8.      Ngidam adalah perilaku khas perempuan hamil yang menginginkan sesuatu. Jika tidak dituruti maka anaknya akan mudah mengeluarkan air liur.
Penjelasan:
Hal itu tidak ada hubungannya dengan kondisi anak yang apabila sudah lahir kelak akan mudah mengeluarkan air liur. Mitos tersebut lebih hanya untuk memberikan perhatian pada si ibu supaya apa yang diinginkan bisa dituruti, karena ibu hamil harus mendapatkan perhatian yang lebih dari suami dan keluarga.
9.      Dilarang makan nanas karena nanas dipercaya dapat menyebabkan janin dalam kandungan gugur.
Penjelasan:
Secara medis-biologis, getah nanas mudah mengandung senyawa yang dapat melunakkan daging. Tetapi buah nanas yang sudah tua atau disimpan lama akan semakin berkurang kadar getahnya, demikian juga dengan nanas olahan. Yang pasti nanas mengandung vitamin C dengan kadar tinggi sehingga baik untuk kesehatan.
10.  Janngan makan ikan mentah agar bayinya tidak bau amis.
Penjelasan:
Bayi yang baru saja dilahirkan dan belum dibersihkan memang sedikit berbau amis darah. Tetapi ini bukan lantaran ikan yang dikonsumsi ibu hamil, melainkan karena aroma (bau) cairan ketuban. Perlu diketahui, tentu saja makan ikan yang sudah matang lebih terjamin kebersihannya daripada makan ikan mentah.
11.  Jangan minum air es agar bayinya tidak besar. Minum es atau minuman dingin diyakini menyebabkan janin membesar atau membeku sehingga dikhawatirkan bayi sulit keluar.
Penjelasan:
Sebenarnya yang menyebabkan bayi besar adalah makanan yang bergizi baik dan faktor keturunan. Minum es tidak dilarang, asal tidak berlebihan, karena jika terlalu banyak, ulu hati akan terasa sesak dan ini tentu membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Lagipula segala sesuatu yang berlebihan akan selalu berdampak tidak baik.

·         Tradisi pasca kehamilan atau perlakuan terhadap anak yang baru lahir
1.      Dipakaikan gurita (gedhong) agar tidak kembung.
Penjelasan:
Mitos ini tidak benar, karena organ dalam tubuh malah akan kekurangan ruangan. Jika bayi menggunakan gurita, maka ruangan untuk pertumbuhan organ-organ seperti rongga dada dan perut serta organ lain akan terhambat. Kalau mau tetap menggunakan gurita boleh saja, asalkan jangan terlalu ketat. Ikatan bagian atas dilonggarkan sehingga jantung dan paru-paru bisa berkembang.
2.      Tidak boleh memotong kuku bayi sebelum usia 40 hari.
Penjelasan:
Tentu ini tidak tepat, karena kalau tidak dipotong kuku yang panjang bisa berisiko melukai wajah bayi. Larangan ini mungkin lebih disebabkan kekhawatiran akan melukai kulit jari tangan atau kaki si bayi saat ibu memotong kuku-kukunya.
3.      Pusar ditindih koin agar tidak bodong.
Penjelasan;
Secara ilmiah memang benar, karena jendela rongga perut ke pusar belum menutup sempurna, jadi menonjol (bodong). Sedangkan koin hanyalah sebagai alat untuk menekan, kalaupun menggunakan selain koin boleh juga asalkan alat tersebut tidak melukai si bayi.
4.      Hidung ditarik agar mancung.
Penjelasan:
Ini jelas tidak ada hubungannya, menarik hidung menentukan mancung dan tidaknya hidung si bayi. Mancung dan tidaknya hidung si bayi ditentukan oleh bentuk tulang hidung dan faktor keturunan.
5.      Dengan mengoleskan air embun di lutut bayi setiap pagi maka akan cepat bisa berjalan.
Penjelasan:
Secara medis-biologis, bayi bisa berjalan bila tulang dan otot-otot betis dan pahanya telah tumbuh kuat. Kekuatan ini ditentukan oleh faktor genetika dan nutrisi. Faktor nutrisi yang terpenting adalah kalsium, energi dan protein. Air embun jelas tidak mengandung unsur tersebut.
by : My friend, Indah.

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)