Monday, December 26, 2011

Sastra Anak : Resepsi Film Anak

   A.    Pendekatan Resepsi
Resepsi sastra merupakan penelitian yang memfokuskan perhatian kepada pembaca, yaitu bagaimana pembaca memberikan makna terhadap karya sastra, sehingga memberikan reaksi terhadap teks tersebut. Pembaca yang dimaksudkan dalam resepsi terbagi menjadi dua, yaitu pembaca biasa dan pembaca ideal. Pembaca biasa adalah pembaca dalam arti yang sebenarnya, yang membaca karya sastra sebagai karya sastra bukan sebagai bahan penelitian. Pembaca ideal adalah pembaca yang membaca karya sastra sebagai bahan penelitian.
Pendekatan resepsi sastra erat kaitannya dengan peranan pembaca. Aktivitas pembaca dalam hubungan ini memegang peranan penting. Luxemburg (1982:77) menyatakan pembaca di dalam teks atau pembaca implicit dan pembaca di luar teks atau pembaca eksplisit. Pembaca implisit atau pembaca yang sebetulnya disapa oleh pengarang adalah gambaran mengenai pembaca yang merupakan sasaran si pengarang dan yang terwujud oleh segala petunjuk yang kita dapat dalam teks. Pembaca eksplisit adalah pembaca kepada siapa suatu teks diucapkan.
Dalam penelitian karya sastra berdasarkan metode estetika, sesungguhnya dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu resepsi sastra sinkronis dan resepsi sastra diakronis. Bentuk pertama meneliti karya sastra dalam hubungannya dengan pembaca sezaman. Sekelompok pembaca, misalnya memberi tanggapan baik secara sosiologis maupun psikologis terhadap sebuah karya sastra. Bentuk resepsi yang lebih rumit adalah tanggapan pembaca secara diakronis sebab melibatkan pembaca sepanjang sejarah.

B.       Film Anak Di Indonesia
Sebelum membahas lebih jauh tentang film anak, berikut disajikan data dari metode wawancara yang diterapkan pada sampel 15 anak di perumahan Tanggul Mas Timur gang VII. Sampel anak diambil dari mulai umur 2 – 11 tahun, dengan 8 perempuan dan 7 laki-laki. Berikut data pertanyaan umum seputar film anak :
Pertanyaan Umum Seputar Film Anak
1.      Kamu lebih suka membaca cerita anak atau menonton film anak?
-          Membaca cerita anak             = 1 anak          à 1 x 15         = 7 %
                           100
-          Menonton film anak               = 14 anak        à 14 x 15       = 93 %
    100
2.      Dari daftar film anak di bawah ini, mana yang kamu tahu dan mana yang paling kamu suka?

Film Anak
Yang Diketahui
Persen
Paling Suka
Persen
Satria
v v v v v v v
50 %
-
0 %
Didi Si Tikus
 v v
14 %
-
0 %
Unyil
-
0 %
-
0 %
Kabayan
-
0 %
-
0 %
Meraih Bintang
-
0 %
-
0 %
Doraemon
v v v v v v v v v v v v v v
100%
 v v
14 %
Saund The Sheep
v v v v v v v v v v v v v v
100 %
v v
14 %
Upin Ipin
v v v v v v v v v v v v v v
100 %
v v v v v v v v v
64 %
Spongebob
v v v v v v v v v v v v v v
100 %
 v
8 %
Power rangers
v v v v v v v v v v v v v v
100 %
-
0 %
3.      Film anak dari Indonesia atau dari luar Indonesia yang lebih kamu suka?
-          Indonesia                               = 0 anak          à  0 x 14        = 0 %
    100
-          Luar Indonesia                       = 14 anak        à 14 x 14       = 100 %
    100
Diketahui dari data pertanyaan kesatu di atas, memang tidak dapat dipungkiri, minat anak lebih condong untuk menonton televisi (93%) daripada membaca cerita anak (7%), dikarenakan banyaknya pilihan film anak yang ada di pertelevisian Indonesia. Karena hal tersebut, pertelevisian Indonesia semakin gencar menayangkan film-film untuk anak pada jam anak saat di rumah. Terutama saat hari libur, stasiun-stasiun televisi memanfaatkan waktu tersebut untuk menayangkan film anak sepanjang hari.
Film anak yang disiarkan di televisi Indonesia berasal dari dalam dan luar Indonesia. Akan tetapi dari data pertanyaan kedua, anak-anak jauh lebih tahu akan film yang diproduksi dari luar Indonesia, seperti Doraemon, Saund The Sheep, Upin Ipin, Spongebob, Power Rangers, dan lain-lain, sedangkan untuk film anak yang di produksi di Indonesia seperti Meraih Bintang, Kabayan, Unyil, Didi Si Tikus, dan yang terbaru, Satria, kurang meraih perhatian anak-anak. Hal itu dikarenakan efek animasi film Indonesia kurang menarik dan tidak secanggih efek animasi produk luar Indonesia. selain itu, faktor yang menyebabkan produk Indonesia kurang diketahui anak karena film anak tersebut ditayangkan tidak pada stasiun televisi yang populer.
Menurut hasil pengambilan data dari 15 sampel anak tersebut dapat diketahui bahwa film anak produksi luar Indonesia, Upin Ipin-lah, yang paling disukai (64%) oleh kalangan anak daripada film anak yang lain.
C.      Analisis Film Anak ‘Upin Ipin’
Film anak yang terbaru, terkenal, dan sedang in dikalangan anak-anak sekarang ini adalah serial kartun dari Malaysia, Upin Ipin. Stasiun televisi Indonesia yang mempunyai hak siar akan film tersebut, bahkan menyiarkan Upin Ipin setiap hari, pagi pukul 07.00 dan malam pukul 06.00, dengan durasi 30 menit. Jika hari Minggu, Upin Ipin diputar pukul 8 pagi dengan durasi 1 jam.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang Upin Ipin, berikut disajikan data :
Pertanyaan Umum Seputar Upin Ipin
1.         Apa kamu suka film Upin Ipin?
-          Suka                                       = 9 anak          à  9 x 14        = 64 %
    100
-          Tidak suka                              = 5 anak          à 5 x 14         = 36 %
                           100
2.         Apa yang kamu suka dari film Upin Ipin?
-          Tokohnya lucu           = v v v v v v v v v = 9 = 100%
-          Ceritanya anak-anak  = v v v v v v v v v = 9 = 100%
-          Permainannya             = v v v v v v v v v = 9 = 100%
-          Cerita sederhana        = v v v v v v v v v = 9 = 100%
3.         Apakah bahasa Malaysia yang digunakan dalam Upin Ipin mengganggu pemahaman kamu?
-          Ya                                          = 0 anak          à  0 x 9          = 0 %
    100
-          Tidak                                      = 9 anak          à  9 x 9          = 100 %
    100
4.         Pengaruh apa yang kamu dapat setelah menonton film Upin Ipin?
9 anak terpengaruh Upin Ipin                        à 9 x 9           = 100 %
                                                                                 100
-          Menggunakan kalimat ‘assalamualaikum, Tuk, Atuk...!’
-          Menggunakan kalimat Ipin ‘betul...betul...betul...’
-          Menggunakan kalimat ‘ayam goreeng’
-          Memainkan permainan ‘stick’, ‘masak-masakan’ dan ‘tutup botol’
-          Membeli pernak-pernik bergambar Upin Ipin, seperti : baju, kaos, sandal, topi, buku, balon, dan lainnya.
   
5.         Sebutkan siapa saja tokoh yang ada di film Upin Ipin!
No.
Nama Tokoh
Disebutkan
Persen
1.
Upin
v v v v v v v v v
9 = 100%
2.
Ipin
v v v v v v v v v
9 = 100%
3.
Kak Ros
v v v v v v
6 = 67%
4.
Oppa
v v v v v v
6 = 67%
5.
Ehsan
v v v v v v
6 = 67%
6.
Jarjit
v v v v v v
6 = 67%
7.
Mei-Mei
v v v v v v
6 = 67%
8.
Mail
v v v v v v
6 = 67%
9.
Fizi
v v v v v v
6 = 67%
10.
Ijat
v v v v
4 = 44%
11.
Susanti
v v
2 = 22%
12.
Cikgu
v v v v v v
6 = 67%
13.
Atuk
v v v v v v
6 = 67%

Dari data pertanyaan di atas dapat diketahui bahwa 5 anak tidak menyukai Upin Ipin dan 9 anak menyukai Upin Ipin. Sebanyak 36% tidak menyukai Upin Ipin dikarenakan cerita yang ditayangkan selalu diulang, tidak seperti Doraemon yang selalu berganti cerita setiap kali tayang. Sebanyak 64% menyukai Upin Ipin karena film itu benar-benar untuk anak, mulai dari tokoh yang didominasi oleh anak-anak, cerita yang sederhana menceritakan kehidupan anak sehari-hari, hingga permainan-permainan yang ada disekitar kehidupan anak.
Upin Ipin yang dalam percakapannya menggunakan bahasa Malaysia tanpa di dubbbing ke dalam bahasa Indonesia, tetap bisa dinikmati dan dipahami anak, dikarenakan gambar animasi yang jelas seperti manusia, juga karena bahasa Malaysia yang tidak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Bahkan cara bicara tokoh sering diikuti anak jika mereka melakukan kegiatan yang sama, misalnya cara pengucapan salam yang khas ‘Assalamualaikum, Tuk...Atuk...’, digunakan anak untuk memberi salam ketika pulang ke rumah, atau berkunjung ke rumah temannya. Lalu pada kalimat ‘betu,betul,betul...’ yang selalu diucapkan Ipin ketika menyetujui sesuatu, juga diikuti oleh anak ketika setuju akan sesuatu.
Tak hanya terpengruh akan cara bicara, dialek, dan logat bahasa Malaysia, tapi mereka juga terpengaruh untuk mendapatkan Upin Ipin dalam dunia nyata mereka, sehingga mereka membeli pernak-pernik serba Upin Ipin, mulai dari kaos, sandal, tas, dan topi yang bergambar tokoh-tokoh dalam film Upin Ipin, hingga boneka Upin Ipin.
Dari data di atas dapat diketahui bahwa tokoh yang paling diketahui anak adalah Upin dan Ipin, sebanyak 100%, karena pada setiap cerita, tokoh Upin Ipin selalu hadir. Tokoh Kak Ros, Oppa, Ehsan, Jarjit, Mei-Mei, Fizi, Mail, Cikgu, dan Atuk, diketahui anak sebanyak 67%, karena sering ada pada cerita. Tokoh yang sedikit mendapat perhatian adalah Ijat diketahui 44%, karena ia merupakan tokoh pendiam, dan jarang muncul dalam cerita. Tokoh yang paling sedikit mendapat perhatian adalah tokoh Susanti, sebanyak 22%, karena hanya muncul pada satu-dua episode saja.
D.      Analisis Film Upin Ipin ‘Istimewa Hari Ibu’
Pemahaman anak terhadap Upin Ipin akan lebih diketahui secara dalam setelah di pertontonkan DVD Upin Ipin Istimewa Hari Ibu yang kemudian akan di tanggapi. Episode Istimewa Hari Ibu ini digunakan karena cerita tersebut berhubungan dengan hari ibu pada 22 Desember.
Sinopsis
Istimewa Hari Ibu
Saat itu Upin Ipin dan kawan-kawan sedang bermain tutup botol di dalam kelas Tadika Mesra. Tak lama kemudian Cikgu datang mengingatkan tentang hari ibu dua hari lagi. Semua anak di kelas tak sabar menanti hari ibu.
Saat di rumah, Upin dan Ipin bertanya pada Opa tentang ibunya. Kak Ros berjanji besok pagi akan mengajak Upin Ipin bertemu Ibunya. Sore hari Upin dan Ipin berniat main bersama teman-teman yang lain.
Mereka pergi ke rumah Fizi, namun Fizi tidak bisa bermain karena membantu Ibunya memberihkan rumah untuk menyambut hari ibu. Upin Ipin pergi ke rumah Ehsan, namun Ehsan juga tidak bisa bermain, ia sedang membantu ibunya membuat roti untuk hari ibu. Upin Ipin pergi ke rumah Jarjit, iapun juga sedang sibuk mempersiapkan pantun untuk hari ibu. Upin Ipin pergi ke rumah Mail. Akhirnya Upin, Ipin dan Mail yang akan bermain bersama. Sebelum itu mereka bertiga menghampiri Mei Mei yang ternyata sedang membuat kartu ucapan hari ibu. Mereka berempat membuat kartu ucapan untuk ibu mereka, kecuali Upin Ipin yang membuat kartu untuk Opanya.
Keesokan paginya, Upin, Ipin dan Kak Ros berkunjung ke makam Ibu mereka. mereka membersihkan rumput dan memberi hadiah surat al fatihah. Kemudian mereka pulang dengan hati yang senang. Setiba di rumah, Upin Ipin memberikan kartu ucapan untuk Opanya. Mereka senang, meskipun tak punya ibu, mereka punya Opa yang sayang kepada mereka. dan mereka harus menyyangi orang-orang yang juga sayang terhadap mereka.
Setelah menayangkan film Upin Ipin yang berdurasi 10 menit tersebut, dapat diambil data sebagai berikut :

Pertanyaan Khusus Upin Ipin ‘Istimewa Hari Ibu’

1.      Ceritakan kembali cerita ‘Istimewa Hari Ibu’?
-          Menceritakan secara runtut    = 3 anak          à 3 x 9           = 33 %
                                                                           100
-          Menceritakan tidak runtut     = 3 anak          à 3 x 9           = 33 %
-                                                                                     100
-          Tidak bisa menceritakan        = 3 anak          à 3 x 9           = 33 %
                                                                           100
2.      Apakah cerita Istimewa Hari Ibu membawa pengaruh untukmu?
-          Iya                                          = 6 anak          = 67%
-          Tidak                                      = 3 anak          = 33%

Dari data di atas yang mengambil pertanyaan seputar isi cerita pada film Upin Ipin episode Istimewa Hari Ibu ini, diketahui bahwa 3 anak (10-11 tahun) dapat menceritakan secara runtut, 3 anak (6-9 tahun) bisa menceritakan namun tidak runtut, 3 anak (2-3 tahun) tidak dapat menceritakan. Itu embuktikan bahwa anak usia 2-3 tahun beum bisa menangkap cerita pada film tersebut, mereka hanya melihat gambar-gambar yang lucu untuk menghibur mereka. pada anak usia 6-9 tahun sudah bisa menjelaskan isi cerita, meskipun tidak diceritakan secara runtut, mereka sudah paham maksud dar film tersebut. Sedangkan pada anak usia 10-11 tahun sudah bisa menceritakan secara runtut, selain umur yang lebih tua, mereka sudah mengenyam bangku pendidikan yang lebih tinggi, sehingga sudah terbiasa berbicara.
Dari pertanyaan kedua diketahui bahwa 6 anak terpengaruh setelah menonton Istimewa Hari Ibu. Mereka lebih menyayangi Ibu, mereka berusaha membuat sesuatu untuk menunjukkan kasih sayang kepada ibu, yang lebih penting, mereka tahu bahwa tanggal 22 Desember adalah hari ibu.
Berhubungan dengan perilaku anak setelah menonton film Upin Ipin, ada beberapa anak yang mengikuti apa yang dilakukan oleh Upin Ipin dan kawan-kawan, yaitu membuat kartu ucapan selamat hari ibu. Dibuktikan dengan beberapa anak yang meminta bantuan kepada orang dewasa untuk membuat kartu ucapan untuk ibu mereka. Itu membuktikan antusiasme anak setelah menonton film dengan meniru perilaku tokoh.
Dari hal tersebut bisa dimengerti bahwa anak berusaha mengungkapkan kasih sayang kepada ibunya lewat kartu, meskipun hanya anak-anak perempuan yang mempunyai antusias semacam itu.
E.       Kesimpulan

Dari semua data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan 15 anak di perumahan Tanggul Mas Timur VII, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Resepsi sastra merupakan penelitian yang memfokuskan perhatian kepada pembaca, yaitu bagaimana pembaca memberikan makna terhadap karya sastra, sehingga memberikan reaksi terhadap teks tersebut. Namun dalam hal ini bukan tanggapan dari pembaca anak, melainkan dari penonton film anak usia 2-11 tahun.
2.      Film anak yang disiarkan di televisi Indonesia berasal dari dalam dan luar Indonesia. Akan tetapi anak-anak jauh lebih tahu akan film yang diproduksi dari luar Indonesia, daripada film anak produksi Indonesia tersebut. Hal ini disebabkan karena efek animasi yang kurang menarik, juga karena panayangan film tersebut tidak pada stasiun teevisi yang populer.
3.      Film Upin Ipin memberikan pengaruh sikap maupun terhadap perilaku anak, seperti sikap saling tolong menolong, suka bersedekah, dan sikap terpuji lainnya. Untuk perilakunya, anak-anak menirukan nada bicara, seperti ‘assalamualaikum, tuk, atuk’, ayam goreng, ‘betul,betul, betul’.
4.      Selain mempengaruhi sikap dan perilaku anak, film Upin Ipin juga mempengaruhi perasaan anak untuk lebih sayang kepada orang yang menyangi kita, terutama Ibu. Mereka berusaha menunjukkan kasih sayang mereka dengan memberikan sesuatu, dalam hal ini memebrikan kartu ucapan kepada ibu.

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)