Wednesday, July 17, 2013

Tugas Artikel

Tersendat lagi postingku di Blog :(
Tugas kuliah dan skripsi memaksaku bergumul menghabiskan waktu dengan mereka.
Ini tugas artikelku yang... entahlah apa menurut kalian.
Amburadul...acakadul...sembrawut...kacau...balau... terserahlah. Sudah nyerah aku bikin tulisan ilmiah kayak gini.
Mending nulis 5 cerpen daripada nulis 1 artikel...
 
   
Kesadaran Akan Rambu-Rambu Lalu Lintas

     Semarang, ibu kota Jawa Tengah, merupakan salah satu kota padat penduduk di Indonesia. Padat penduduk berkaitan dengan kepadatan lalu lintas. Mengapa dikatakan demikian? Tak dapat dipungkiri bahwa alat transportasi, khususnya kendaraan bermotor, merupakan alat yang menjadi kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Manusia yang selalu melakukan aktifitasnya, membutuhkan alat transportasi untuk berpindah lokasi. Motor, mobil, bus, kereta, bahkan kereta bayi, merupakan alat transportasi, sesuatu yang dipergunakan untuk membawa muatan dari suatu tempat ke tempat lain.


     Salah satu kota padat penduduk dengan tingkat kemacetan tinggi yang udah dikenal masyarakat Indonesia, adalah Jakarta, kota terpadat penduduknya dengan tingkat kemacetan yang paling tinggi di Indonesia. Meskipun Semarang tak sepadat kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, banyaknya penduduk dan alat transportasi di Semarang juga membuatnya hampir menyamai kota-kota besar lain dalam tingkat kepadatan lalu lintasnya.
    Menumpuknya jumlah kendaraan di jalanan membuat kepadatan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan. Apalagi bukan hanya kendaraan pribadi yang berada di jalanan, kendaraan umum atau transportasi umum seperti bus, angkot, becak, juga menjadi salah satu penyebab kemacetan lalu lintas. Kepadatan lalu lintas di Semarang terjadi pada intensitas waktu tertentu. Intensitas waktu tertentu yang dimaksudkan adalah waktu tertentu dimana warga Semarang melakukan aktifitasnya secara bersamaan.
     Salah satu contoh intensitas waktu tertentu, adalah ketika kegiatan rutin pada hari-hari efektif, saat warga semarang memulai kewajibannya di pagi hari, dan saat selesai melakukan kewajibannya. Pada saat itu kendaraan pribadi maupun kendaraan umum berlalu-lalang di jalan-jalan area penting kota Semarang. Fenomena tersebut biasanya terjadi pada jalanan yang berada di area tempat penting, seperti sekolah, kantor, gedung pemerintahan, dan sebagainya.
     Seperti area Tugu Muda, Pandanaran, Pemuda, Simpang Lima, Kalisari, Kalibanteng, Kampung Kali dan sejumlah area lainnya. Area tersebut merupakan jalanan dimana terdapat tempat penting bagi warga Semarang. Waktu menjadi patokan penting agar tepat melakukan dan menyelsaikan kegiatan mereka, karena itulah mereka mengendarai kendaraan mereka dengan kecepatan yang mereka anggap cepat. Diburu waktu membuat mereka seakan tak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas di jalan.
     Rambu lalu lintas merupakan hal yang penting dalam pengaturan lalu lintas. Dengan menaati rambu-rambu lalu lintas, kemacetan bisa dicegah meskipun menumpuknya jumlah kendaraan. Akan tetapi kesadaran pengguna jalan untuk menaati rambu lalu lintas masih bisa dikatakan kurang. Seperti yang terlihat di jalan Pemuda, dimana terdapat gedung-gedung sekolah, gedung-gedung pemerintahan kota Semarang, mall, dan supermarket. Setiap pagi kemacetan jalan menjadi pemandangan biasa bagi pengguna jalan yang melintas.
     Banyak pengendara kendaraan baik pribadi maupun umum yang mengendarai dengan tergesa-gesa karena tak mau didahului dengan yang lain. Karena tak mau didahului dengan orang lain, pengemudi ini biasanya mengendarai dengan kecepatan tinggi yang membuat pengendara lain merasa was-was jika berada di dekatnya. Fenomena ini juga menjadi penyebab kemacetan lalu lintas. Mengapa? Karena pengendara yang mengendarai dengan cepat, menerobos lampu lalu lintas yang menunjukkan lampu kuning. Padahal lampu kuning artinya berhati-hati. Mereka juga bisa saja mengalami kecelakaan lalu lintas, dan menyebabakan kelancaran jalan terhambat, dan menyebabkan kemacetan.
     Selain rambu-rambu lalu lintas yang digunakan untuk mengatur jalan, polisi lalu lintas juga siap sedia berjaga di berbagai pos polisi di sejumlah ruas jalan di kota Semarang. Dalam benak masyawakat, polisi selalu dikaitkan dengan tilang jika pengguna jalan melanggar lalu lintas. Oleh karena itulah pengendara jalan yang tidak menaati rambu lalu lintas, akan segera menaati rambu lalu lintas setelah menyadari bahwa ada polisi yang bertugas.
     Tidak menaati rambu-rambu lalu lintas merupakan hal utama penyebab kemacetan lalu lintas. Dalam hal ini, kesadaran diri pengguna jalan sangat berpengaruh terhadap kelancaran dan kenyamanan di  jalan raya. (novi)

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)