Saturday, May 10, 2014

Sibuk Tetep Eksis

     Bekerja jika dengan ikhlas dan senyum, selalu memberikan hasil yg memuaskan bagi diri sendiri dan sekitar kita, dalam hal ini pekerjaan.
     Serius dalam bekerja dibutuhkan agar pekerjaan kita selesai dengan benar dan tepat waktu, tp taukah kamu jika kita terlalu serius bekerja, tanpa kita sadari menjadikan benih 'stress' muncul dalam pikiran dan diri kita...
   Di tempatku bekerja ini, di salah satu devisi sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di indonesia, semua pegawai dan karyawannya aku tamati selalu happy dan bersemangat. Baju yg rapi, senyum, salam, sapa, yang selalu ditebarkan kemana-mana, sehingga sering aku mendengar cecuitan dari gerombolan 'makhluk hawa' yang ada di kantin, pantry, bahkan kamar mandi.
     Entah apa yg mereka obrolkan, tp suara mereka yg tidak mengenal tempat, kadang bisa memberikan info kepada siapa saja yg mendengar.
     Pernah suatu ketika, di kamar mandi (tentu saja kalo aku kamar mandi cewek), ketika aku dengan nyaman membuang hajat kecil (pliss...jangan dibayangkan!), aku mendengar suara perempuan dan perempuan lain yg sedang menggosip tentang salah satu Team Leader perempuan di layanan.
     Mereka mengatakan bahwa TL tersebut songong, dan jutek. Padahal TL yg mereka bicarakan adalah temanku dari batch 1. Sehingga ketika aku keluar dari kubikel, mereka langsung diam dan berpura-pura membenahi diri di depan cermin lebar yg menampakkan seluruh isi kamar mandi.
    
Karena aku masih dalam misi 'kepo' pura-pura, aku tetap tersenyum pada mereka yg ternyata agent bimbinganku dari batch 20-an, otomatis mereka tahu kalau yg mereka bicarakan adalah temanku. Tp aku tag ambil pusing, I will not tell anyonel.
   Aku beruntung sekali bekerja di perusahaan ini, apalagi di devisi Quality Control Officer, yg memberikan pengarahan kepada agent call center agar memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan dan perusahaan, dan menjadikan SDM yg bermanfaat bagi dunia kerja.

     Meskipun kami bekerja serius, tekun, giat, sungguh-sungguh, yakin, tenanan, sampe matane mentholo, kami tetap meluncurkan lelucon agar kami tidak fokus dan serius kepada komputer kami. Di devisi Quality ada 10 orang, dan inilah wajah mereka ketika pekerjaan masih menumpuk banyak di awal periode seperti sekarang ini.
Ini bos QA, Iswanto, masi single. Minat? PM. hehe :p
Pak Beni. Ayah kita. Seriuskah? Lucukah? Mungkin keduanya.
Mas Jepe, ahli Android dan IT. Androidmu bermasalah? Datang saja, free!
Nenes, kakak kecil, lady rocker. Butuh rock singer? PM!

Merah: Puput, Coklat: Nurul. Itu mba Puput lagi ngajarin Nurul apa, ya?
Desi. Baru menikah, jadi sekarang Ibu Fuad (pake nama suaminya).
Erla. The cool man. Really? No!
Ella. Kata mba Nenes dia ginul-ginul. Don't ask me the mean, I don't know too.
Aku. See.. I'm serious... sangaatt serius. Really?
Yes! I'm serious, but not about job.

 Yaa... coba tengok apa yg aku kerjakan sehingga mukaku begitu serius...? Yupss... BLOG. tuh, liat di monitornya. Haha...
     
Okay gaes... untuk saat ini aku posting dulu tampang pekerja yg serius. Seperti yg aku katakan sebelumnya, ada kalanya kami juga tertawa, terbahak, terjungkal, bahkan sampai menangis. Beneran, you must belive it!
Akan aku tunjukkan pada kalian jika sometimes ada 'korban' tangis tawa di devisiku. 

     Serius boleh, asal tidak selalu, kawan!

See you bye-bye guys, HAPPY SATURDAY.

No comments:

Post a Comment

thanks for reading (^o^)